Bagaimana tren konten video dan interaksi terkait ketiga paslon di TikTok pasca debat ke-5? Bagaimana konten yang paling banyak disukai dan dilihat?  

TIKTOK

4 FEBRUARI 2024 (19:00 WIB) – 5 FEBRUARI 2024 (17:00 WIB)

METODOLOGI

• Sumber: TikTok

• Periode: 4-5 Februari 2024 (Saat dan pasca debat)  

• Keywords: lihat tabel

TREN JUMLAH VIDEO PER JAM DI TIKTOK

1 – 5 FEBRUARI 2024  

Dari periode 1-5 Februari 2024, meliputi beberapa hari sebelum debat, saat debat, dan pasca debat (4 Februari), tampak adanya kenaikan jumlah video pada saat debat berlangsung.  

Pasca debat pada tanggal 5, sebenarnya diharapkan muncul banyak video di TikTok. Tapi ternyata landai dan lebih rendah trendnya dibandingkan dengan sebelum debat.  

Apakah karena debatnya kurang greget, tidak ada kontroversi dan drama yang berarti, sehingga tidak cukup menarik untuk dibuat konten di TikTok?

TREN JUMLAH VIDEO DI TIKTOK  

4 – 5 FEBRUARI 2024  

Sekarang kita lihat tren saat debat dimulai (4 Feb, 19:00 WIB) dan pasca debat hingga data diambil (5 Feb, 17:00 WIB). Tampak puncak jumlah video pada saat debat terjadi, kemudian turun.

TOTAL VIDEO DI TIKTOK  

4 – 5 FEBRUARI 2024  

Jumlah Total Video  

Pasangan Anies - Cak Imin memiliki jumlah video terbanyak dengan 327 video, diikuti oleh pasangan Ganjar - Mahfud MD dengan 226 video, dan pasangan Prabowo - Gibran dengan 195 video.  

Share of Voice  

Dalam pie chart, 'Share of Voice' dibagi berdasarkan persentase dari total pembicaraan di TikTok. Pasangan Anies - Cak Imin mendapatkan 44% dari total pembicaraan, Ganjar - Mahfud MD mendapatkan 30%, dan Prabowo - Gibran 26%.

TREN INTERAKSI DI TIKTOK  

4 – 5 FEBRUARI 2024  

Interaksi dihitung dari jumlah like, komentar, share, dan view. Grafik tren interaksi memperlihatkan pola yang serupa dengan tren jumlah video. Tinggi saat debat, lalu turun setelahnya.

TOTAL INTERAKSI DI TIKTOK  

4 – 5 FEBRUARI 2024  

Volume Interaksi  

Pasangan Prabowo - Gibran mencatat interaksi terbanyak dengan total sekitar 56,7 juta, diikuti oleh Anies - Cak Imin dengan sekitar 49,7 juta, dan Ganjar - Mahfud MD dengan sekitar 47,1 juta.  

Share of Interaction  

Dalam pie chart yang menunjukkan 'Share of Interaction', pasangan Prabowo - Gibran memiliki porsi terbesar dengan 37%, Anies - Cak Imin dengan 32%, dan Ganjar - Mahfud MD dengan 31%.  

Analisis  

Meskipun pasangan Anies - Cak Imin memiliki jumlah video terbanyak (berdasarkan grafik sebelumnya), pasangan Prabowo - Gibran berhasil mendapatkan interaksi terbanyak. Ini menandakan bahwa meskipun pasangan Anies - Cak Imin lebih sering dibicarakan, konten yang berkaitan dengan Prabowo - Gibran mungkin lebih menarik atau mendorong keterlibatan yang lebih besar dari pengguna.  

Tingginya volume interaksi pasangan Prabowo - Gibran dapat menandakan bahwa konten yang berkaitan dengan mereka mungkin lebih viral atau memiliki daya tarik emosional yang lebih kuat, yang mendorong like, share, dan komentar.

MOST LIKED VIDEO: ANIES-MUHAIMIN  

Untuk paslon 01, video yang paling disukai adalah video penutup debat kelima dari Anies, dengan caption "Mengandung bawang." Video berikutnya yang relevan adalah saat Anies menggunakan bahasa isyarat.  

Video2 ini mengandung konten yang tidak berat, tetapi ringan, menyentuh emosi dan perasaan.

MOST LIKED VIDEO: PRABOWO-GIBRAN  

Video yang paling disukai terkait paslon 02 adalah saat Prabowo minta maaf dalam closing statement kepada kedua paslon lain atas kata2 yang menyinggung selama kampanye. Video permintaan maaf ini bahkan muncul 4 kali di akun cerita viral dan media.  

Meski bukan dari akun paslon 02 sendiri, video yang memperlihatkan kerendahhatian dan menyentuh perasaan ini yang selalu disukai oleh pengguna TikTok.

MOST LIKED VIDEO: GANJAR-MAHFUD  

Untuk paslon 03, video yang relevan dengan Ganjar dan yang paling banyak disukai adalah video closing statement Ganjar dalam debat kelima, yang mengajak publik jangan memilih pemimpin yang melanggar HAM. Viewnya juga sangat tinggi (5 juta lebih).  Video lainnya adalah saat Ganjar berdebat dengan Prabowo tentang stunting.

MOST VIEWED AUTHORS: ANIES-MUHAIMIN

Top 4 akun adalah dari media online, baru kemudian akun Anies dan pendukungnya.

MOST VIEWED AUTHORS: PRABOWO-GIBRAN  

Top 4 akun juga dari media online, baru kemudian akun partai pendukung dan author pendukung.

MOST VIEWED AUTHORS: GANJAR-MAHFUD

Top 10 akun adalah media online, akun cerita viral, dan akun pro paslon 02. Tak tampak akun Ganjar atau pendukungnya dalam top 10 akun paling banyak mendapat view.

KESIMPULAN  

Konten yang Menarik Emosi  

Konten yang menyentuh emosi dan menampilkan humanisasi kandidat, seperti penutupan debat Anies yang 'mengandung bawang' dan Prabowo yang meminta maaf, terbukti sangat populer. Hal ini menandakan bahwa pendekatan yang memanusiakan kandidat dan menekankan pada nilai-nilai emosional beresonansi dengan audiens di TikTok.  

Ganjar's closing statement yang menekankan pada isu HAM menunjukkan pentingnya mengangkat isu-isu substansial yang berkaitan dengan keadilan sosial dan hak asasi manusia.  

Peran Media Online  

Media online tampaknya berperan penting dalam menyebarkan konten terkait dengan capres dan cawapres, dengan banyak akun media yang masuk dalam daftar akun yang video-videonya paling banyak dilihat.  

Keterlibatan media dalam distribusi konten menunjukkan bahwa paslon tidak hanya bergantung pada akun pribadi atau pendukung mereka dalam menyebarkan pesan, tetapi juga pada narasi yang dibentuk dan dikomunikasikan oleh media.  

Pengaruh dan Strategi Distribusi Konten  

Pengguna TikTok cenderung menyukai dan berinteraksi dengan video yang menciptakan koneksi pribadi dan membangkitkan emosi, baik melalui pesan yang mengandung empati maupun melalui pembahasan isu-isu penting.  

Penting bagi paslon untuk memanfaatkan media sosial dan media online untuk memperluas jangkauan mereka dan mempengaruhi narasi publik.  

Paslon yang kurang terlihat di media sosial mungkin perlu meningkatkan strategi mereka dalam menghasilkan dan mendistribusikan konten untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan.  

Kesimpulan  

Strategi kampanye di media sosial yang efektif memerlukan kombinasi dari penciptaan konten yang autentik dan emosional, distribusi melalui berbagai kanal, termasuk media online dan akun-akun viral, serta kemampuan untuk menangkap dan mempertahankan perhatian audiens dengan isu-isu yang relevan dan penting.  

Keterlibatan pengguna, diukur melalui likes dan interaksi, memberikan wawasan tentang keefektifan konten dan bisa menjadi indikator keberhasilan dalam mengkomunikasikan pesan kampanye.

Link: https://twitter.com/ismailfahmi/status/1754539852480311767