Pernyataan Ahok tentang korupsi di Pertamina picu perdebatan panas. Ada yang mendukungnya, sementara yang lain mencurigai adanya politisasi. Apa yang sebenarnya terjadi di balik isu ini? Yuk, simak analisisnya!

Pernyataan Ahok terkait dugaan korupsi di PT Pertamina memicu reaksi publik. Sebagai Komisaris Utama, ia menyoroti lambannya penanganan masalah korupsi dalam pengelolaan minyak mentah, sementara PDI Perjuangan menilai ada manipulasi opini.

Isu apa saja yang berkembang? Bagaimana tren yang muncul? Bagaimana respons publik terhadap Pertamina? Seperti apa peta percakapannya? Simak penjelasannya di sini!

Isu Ahok dan Pertamina muncul dalam 607 artikel dan 2.9K mention di media sosial. Sentimen terhadap Ahok terbagi, dengan media online mencatat 29% positif dan 41% negatif, sementara media sosial lebih condong positif (76%) meski ada kritik pada Ahok.

Isu Ahok dan Pertamina ramai di media sosial dan online. Di media online, sentimen negatif, sedangkan di media sosial lebih banyak positif. Di X, percakapan terbagi antara pro-Ahok yang mendukungnya sebagai whistleblower dan kontra-Ahok yang mengkritik sikapnya.

Media online membahas pernyataan Ahok soal korupsi di Pertamina, kritik dari Hotman Paris, dan peran Kejagung. Pendukung Ahok memujinya sebagai pengungkap korupsi, sementara yang kontra menganggap serangannya sebagai pengalihan isu dan mendesak pejabat tinggi bertanggung jawab.

Penentang Ahok kritik ketidaktegasan dan tanggung jawabnya terkait Pertamina, mendukung Kejagung memeriksanya. Isu ini dianggap dipolitisasi, dengan adanya dinamika antar partai. Di X, percakapan didominasi akun organik, sebagian besar akun baru.

Percakapan publik terpolarisasi: media sosial dominan positif, media online cenderung negatif. Pendukung memuji keberanian Ahok, sementara yang kontra mengkritik ketidaktegasan dan mendesak penyelidikan. Isu ini tampak dipolitisasi dengan banyak akun baru terlibat.

Percakapan tentang Ahok dan Pertamina pada periode 24 Februari - 4 Maret 2025 dibahas dalam lebih dari 4 ribu mentions.

Percakapan tentang Ahok dan Pertamina pada periode yang sama mendapat lebih dari 315 juta interaksi di media sosial dan media online.

Pembahasan media sosial memuncak pada 27 Februari, mengaitkan pengunduran diri Ahok dengan dugaan korupsi Pertamina 2018 dan kurangnya tindakan pemerintah. Pemberitaan online meningkat pada 2 Maret, mengkritik penggiringan opini dan keterlambatannya bersuara.

Dari 24 Februari - 4 Maret 2025, percakapan tentang Ahok didominasi oleh klaster publik umum, pro-Ahok, kontra-Ahok, dan media.

Isu Ahok dan Pertamina terbagi dalam empat kelompok: Publik Umum menyindir pemerintah dan Kejaksaan. Pro-Ahok mendukung Ahok ungkap masalah. Kontra-Ahok kritik keterlambatannya dan tanggung jawab sebagai Komut. Media mengungkap pernyataan dan kemungkinan penyelidikan Kejagung.

Sentimen media online terbagi, dengan 29% positif, mendukung kesiapan Ahok memberi keterangan dan reputasinya menentang korupsi. Namun, 41% negatif, mengkritik dugaan keterlibatan Ahok dalam korupsi, ketidakkonsistenan pernyataan, dan tanggung jawabnya sebagai Komut.

Sentimen media sosial terbagi, dengan 76% positif, mendukung komitmen Ahok mengungkap korupsi dan apresiasi atas keberhasilannya di Pertamina. Sementara 12% negatif, mengkritik Ahok yang baru bersuara dan dianggap gagal mencegah korupsi saat menjabat sebagai Komut.

Publik menanti keterangan Ahok, berharap reformasi dan penanganan serius terhadap korupsi BUMN. Namun, muncul kemarahan karena Ahok baru bersuara sekarang dan penegak hukum dianggap lamban. Ada pula kekhawatiran akan ancaman serta ketidakstabilan politik.

Di IG, akun-akun yang paling berpengaruh terkait isu Ahok Pertamina, yaitu @nyinyir_update_official, @pinterpolitik, @liputan6.sctv, @liputan6, @ctd.insider, @totalpolitikcom, @vacio.id, @KompasTV, @poliklitik, dan @suararakyatindonesia_official.

Kalau di FB, akun-akun ini yang paling berpengaruh, yaitu Meilanie Buitenzorgy, Tribun Sumsel, iNews, Kompas TV, Satria Piningit, http://Kompas.com, Badminton Wonder Fans - New Bwf, http://TribunBengkulu.com, dan Anjas Asmara.

Sementara di Youtube, akun-akun ini yang paling berpengaruh, diantaranya Narasi Newsroom, Suara Hati Rakyat, Tribune’s, Millenialzkece, Lensa Pantura, Tribun Sumsel, Sumber Dakwah Official, Publik Menilai, Anjas Asmara, dan DIBIKIN CHANNEL.

Di TikTok, ini akun-akun paling berpengaruh, yaitu @gooxpoint, @titik_aktual, @seputarceritakita, @sipalingadvokat, @narasi, @adit.widodo.45, @cecesunandar163, @kontenviralcom, @araariakuke3, dan @mediainformationpol.

Cuitan-cuitan ini viral karena mengungkap dugaan korupsi di Pertamina, dengan Ahok sebagai tokoh yang membongkar mafia energi. Fokus utama adalah pada pejabat yang diduga terlibat, seperti komisaris Pertamina dan oknum BPK, serta kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Cuitan-cuitan ini banyak dibagikan karena membahas dugaan korupsi yang melibatkan Pertamina, dengan kritik terhadap sistem yang dianggap melindungi para pelaku korupsi. Ahok, meski berjuang mengungkap mafia, dikritik kurang tampil tegas selama menjabat di Pertamina.

Cuitan-cuitan ini ramai dibagikan karena mengungkap dugaan korupsi di Pertamina, dengan Ahok berusaha membongkar praktik mafia dan kualitas BBM yang buruk. Ada kritik terhadap pemerintah yang dianggap melindungi koruptor, sementara Ahok berjuang sendirian.

Cuitan-cuitan ini juga viral karena mengungkap dugaan korupsi besar di Pertamina, dengan Ahok yang sebelumnya telah memperingatkan soal Riva Siahaan yang akhirnya ditangkap. Banyak yang bertanya-tanya siapa yang melindungi para koruptor, sementara Ahok terus membongkar kasus ini.

Cuitan-cuitan ini juga banyak dibagikan sebab soroti dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang di Pertamina. Ahok mengungkap bahwa meski Petral dibubarkan, mantan anggotanya tetap direkrut di Pertamina Patra Niaga, dengan kritik terhadap pejabat yang dianggap melindungi korupsi.

Unggahan ini ramai dibagikan di IG karena bahas dugaan korupsi besar di Pertamina, termasuk aksi Dirut yang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax, merugikan rakyat hingga 193,7 triliun. Ahok juga menyoroti gaji fantastis Dirut dan masalah kualitas BBM yang merusak kendaraan.

Postingan ini ramai dibagikan di FB karena membongkar dugaan korupsi ratusan triliun di Pertamina, skema oplosan BBM, dan kritik terhadap pejabat serta pemerintah. Ahok menyoroti keberlanjutan praktik korupsi meski ia sudah berusaha memberantasnya.

Video-video yang paling banyak ditonton di Youtube membahas pengungkapan Ahok tentang korupsi di Pertamina, dengan klaim adanya keterlibatan pihak berkuasa. Ahok menantang untuk membuka kasus ini, memicu ancaman dan ajakan untuk mengungkap lebih jauh praktik ilegal tersebut.

Video TikTok paling banyak ditonton membahas skandal korupsi Pertamina, dengan Ahok sebagai sorotan. Isu mega korupsi dan keterlibatan tangan berkuasa dalam kasus ini menjadi perbincangan panas, menarik perhatian pengguna yang mencari kebenaran.

Percakapan publik soal Ahok dan korupsi Pertamina terpolarisasi. Pendukung menganggap Ahok berani membongkar praktik korupsi dan mafia gas, serta menyoroti masalah struktural di Pertamina. Mereka melihatnya sebagai sosok yang melawan kekuasaan untuk mengungkap kebenaran.

Di sisi lain, pendukung Ahok mengkritik pihak yang menyalahkan Ahok atas korupsi di Pertamina, dan menyebut serangan terhadapnya sebagai pengalihan isu. Mereka berpendapat bahwa pejabat tinggi, seperti Presiden dan Menteri BUMN, seharusnya lebih bertanggung jawab.

Pro-Ahok mengkritik adanya buzzer yang menggiring opini untuk menyalahkannya, melihatnya sebagai taktik politik. Mereka menekankan transparansi dan mendukung Ahok mengungkap kebenaran, sambil menuntut pemerintah, bukan hanya Ahok, yang bertanggung jawab.

Kontra-Ahok menyoroti ketidaktegasan dan upaya membela diri tanpa transparansi. Mereka menganggap Ahok tetap bertanggung jawab atas masalah Pertamina meski sudah tidak menjabat sebagai Komisaris Utama, dan menilai ia menghindari tanggung jawab.

Kontra-Ahok juga menilai seharusnya lebih transparan jika memiliki informasi tentang korupsi di Pertamina. Ada yang menganggap pernyataannya justru memperburuk situasi dan tanpa bukti jelas. Banyak yang mendukung Kejagung memeriksa Ahok terkait kasus ini.

Sebagian besar akun di X dibuat antara 2024 hingga 2025, dengan jumlah pembuatan tertinggi terjadi pada awal 2024 hingga awal 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perbincangan tentang Ahok dan Pertamina didominasi oleh akun-akun organik sebanyak 62,57%, sementara 3-4% di antaranya terindikasi sebagai akun anorganik.

Kata yang paling sering digunakan adalah "Ahok", "Pertamina", "Petral", "tanya", dan "Dirut". Isu korupsi di Pertamina mencuat, dengan publik soroti Ahok sebagai Komisaris Utama yang dianggap bertanggung jawab dan mendesaknya mengungkap praktik korupsi, termasuk rekrutmen Petral.

Topik utama yang diberitakan meliputi "Ahok", "Pertamina", "Kejaksaan Agung", "Pertamax", dan "Riva Siahaan". Media menyoroti kegagalan Ahok sebagai Komisaris Utama dalam mengawasi pengelolaan minyak dan pengoplosan BBM, serta spekulasi pemanggilan Kejaksaan Agung.

Contoh berita positif soal Ahok dan Pertamina, yaitu Ahok yang berani bongkar praktik korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina, dengan klaim siap memberikan bukti untuk menuntut pihak-pihak terkait jika pemerintah serius memberantas korupsi.

Contoh negatif soal Ahok, yaitu kritik Hotman Paris yang mempertanyakan mengapa Ahok tidak bertindak lebih awal terkait pelanggaran di Pertamina, dan komentar Herdiansyah Hamzah yang heran Ahok baru bersuara soal korupsi sekarang.

Link: https://x.com/DroneEmpritOffc/status/1897470498088608174