Oleh: Windo W

Isu pemindahan Ibu Kota setelah sempat ramai beberapa waktu, kini ramai kembali terutama sejak pemerintahan mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota di Kalimantan Timur. Bappenas (Badan Perencanaan Nasional) adalah salah satu lembaga yang kerap muncul dalam percakapan terkait isu ini.  

Pertanyaannya, bagaimana netizen mempercakapkan Bappenas sehubungan dengan wacana pemindahan ibu kota? Apa yang disorot oleh netizen dari lembaga ini?  Drone Emprit (DE) sudah mengumpulkan data percakapan netizen khususnya dari media sosial Twitter. Data ditarik berdasarkan kata kunci Bappenas, difilter dengan ibu kota dan ibukota. Jumlah data yang dikumpulkan dalam rentang waktu seminggu terakhir, yakni sejak 22 Agustus hingga 28 Agustus 2019.

VOLUME DAN TREN

Dalam seminggu terakhir, terdapat lebih dari 21.k percakapan (twit) mengenai Bappenas sehubungan dengan isu pemindahan ibu kota yang kini tengah ramai. Puncak percakapan terjadi pada dua titik, yakni pada 24 dan 27 Agustus. Pada tanggal 27 adalah puncak setelah beberapa hari tersiar kabar pengumuman lokasi ibu kota baru.

POLA PERCAKAPAN

Pola percakapan paling dominan berkontribusi adalah pola Retweet. Ada 78 persen percakapan dengan pola ini. Selebihnya, merupakan pola Mention dan Reply. Adapun tingkat interaksi percakapan rata-rata per twit terkait Bappenas sehubungan dengan isu pemindahan ibu kota, yakni 4. Ini menandakan Enggagement yang tidak terlalu rendah.

PERCAKAPAN POSITIF DAN NEGATIF

Percakapan bernada sentimen positif dan negatif mengisi percakapan netizen.  Tiga isu teratas yang berisi kritikan/sentimen negatif di antaranya Bappenas tidak melakukan penelitian yang komprehensif dan mendalam soal kajian tentang pemindahan ibu kota, Bappenas melacurkan ilmu dan tunduk pada kekuasaan, serta Bappenas hanya melibatkan segelintir pihak.  

@musniumar : Bappenas patut dipersalahkan dan disesalkan krn tidak buat penelitian yg komprehensif dan mendlm. Pindah ibukota kepentingannya seluruh rakyat Indonesia. Hrs melalui penelitian dan pertimbangan yg matang dari aspek sosial, sejarah, budaya, ekonomi, dsb. 27/Aug/2019 08:28 WIB
@Abdurra36041876 : *Prof Dr.Emil Salim soal Ibu Kota Baru: Kenapa Bappenas Tega Berbuat Itu? Melacurkan ilmu, merendahkan martabat riset strategis tunduk ke kekuasaan yg semberono menata Negara Besar. Ratusan juta rakyat terpapar korban, menderita, karena AMBISI SESEORANG. https://t.co/Qi5xc4fUwD *24/Aug/2019 11:15 WIB

@hermana_t : Rencana pemindahan ibukota dari DKI Jakarta ke Kalimantan menuai kritikan. Sebab, pemerintah melalui Bappenas hanya meminta pendapat sembilan orang saja untuk memindahkan pusat pemerintahan tersebut. Hanya 9 orang? Hebat! 😠😠 https://t.co/p7fncM0EXH 26/Aug/2019 10:23 WIB

Tiga isu bernada positif terkait Bappenas yakni lokasi ibu kota negara yang tak ganggu hutan lindung, tata tuang yang hijau, dan konsep smart city.  

@makLambeTurah : Soal Lokasi Ibu Kota Baru, Bappenas: Tak Ganggu Hutan Lindung https://t.co/TjvQQGDKSV26/Aug/2019 15:34 WI
@Salafi_Ndableg: Bappenas: Ibu Kota Baru, 50 Persen Ruang Terbuka Hijau Dengan ruang baru yg hijau sehingga udara semakin sejuk diaharapkan cara berfikir & pengambilan kebijakan juga akan semakin cerdas! https://t.co/edFkRIazgH.22/Aug/2019 13:36 WIB
@mediaindonesia : Bappenas: Ibu Kota Baru Terapkan Konsep Smart City https://t.co/BKLLN8bHOi. 22/Aug/2019 16:57 WIB

ANALISIS

Dari data tersebut, kita dapat mengetahui beberapa hal.

Pertama, dari sisi popularitas. Dilihat dalam seminggu terakhir, percakapan terkait Bappenas dengan isu pemindahan ibu kota, popularitas percakapan tidak sedikit. Artinya, netizen tidak hanya menyorot  isu pemindahan ibu kita, namun juga institusi terkait.  Bappanes mendapat perhatian dari netizen.  Perhatian tersebut dapat dilihat diperkuat lagi dari interaksi percakapan yang tidak terlalu rendah. Netizen memberikan respons dalam pembicaraan terkait Bappenas.

Kedua, percakapan juga berisi kritikan dan apresiasi. Kritikan terlihat dari percakapan bernada sentimen positif. Isu yang paling mencolok adalah soal kualitas dan independensi riset Bappenas terkait pemindahan ibukota. Apresiasi terlihat dari percakapan bernada sentimen positif. Hal yang mendapat apresiasi adalah soal tata ruang hijau, perlindungan hutan, dan konsep smart city.

KESIMPULAN

Bappenas tidak dapat mengabaikan percakapan netizen. Dari percakapan tersebut dapat kita lihat, penerimaan atas lembaga ini dari netizen tidak tunggal. Hal itu tampak dari sentimen percakapan, terutama soal yang paling disorot kualitas dan independensi Bappenas dalam melakukan kajian. Perlukah Bappenas mendengar suara-suara tersebut? Bappenas sendiri yang akan menjawabnya.