Indonesia OneSearch: Advokasi dan Workshop

Late post, ini acara tadi pagi, yg bentrok dg Lemhannas.   IOS lahir tahun 2015. Hingga sekarang sudah 6 tahun. Alhamdulillah, sejak awal dapat dukungan full dari kepala Perpusnas, senior pustakawan, relawan, dan 2,846 perpustakaan.

Saya share sebagian presentasi saya tadi ke sini.  Indonesia OneSearch atau IOS adalah sebuah pintu pencarian tunggal untuk semua koleksi publik dari perpustakaan mitra di seluruh Indonesia.   Portal bisa diakses di http://onesearch.id.

Ide awal dibuat tepat 29 April 2015, lalu diluncurkan Maret 2015. Bersamaan dengan penobatan mbak @NajwaShihab sebagai duta baca Perpustakaan Nasional RI.

INSTITUSI MITRA  
Awalnya hanya 243 institusi yang bergabung, kebanyakan dari perguruan tinggi. Sekarang sudah 2142 institusi, dari perguruan tinggi, perpustakaan umum, perpus khusus, dan sekolah.

PERPUSTAKAAN  
Dalam setiap institusi, bisa ada satu atau lebih perpustakaan. Misal di sebuah perguruan tinggi, ada perpus pusat, perpus fakultas atau jurusan.   Awalnya hanya 268 perpustakaan yg bergabung, sekarang ada 2846 perpustakaan.

Jumlah ini tampak banyak, tapi sejatinya masih sangat sedikit. Total ada 260.000 perpustakaan di Indonesia. Kebanyakan perpustakaan sekolah. Namun tak semua punya database katalog buku dan fullteks yang online.   PR masih banyak untuk mengajak lebih banyak perpus buat gabung.

SEBARAN PERPUSTAKAAN  
Perpustakaan anggota IOS berasal dari hampir semua propinsi di Indonesia. Paling banyak dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan sudah ada juga dari Papua.

TREN RECORDS  

IOS adalah aggregator data dari seluruh repository yang didaftarkan oleh perpustakaan mitra. Awalnya hanya 1.9 juta record yang diindex, sekarang sudah ada 13.8 juta record.

FORMAT RECORD  
Paling banyak record yang terkumpul adalah data bibliografi buku cetak yang dimiliki oleh perpustakaan, sebanyak 7,2 juta record. Kemudian artikel jurnal ilmiah sebanyak 2,1 juta record. Dan thesis 1,6 juta record.

PORTAL REPOSITORI KOMUNITAS  
Selain akses terpusat via http://onesearch.id, perpustakaan2 yang membentuk komunitas juga bisa memiliki portal masing-masing, yang berisi institusi, perpustakaan, dan repositori dari anggota komunitasnya.  Misal ada: KINK, PTMA, MILL, PTKI, FP2TI

STRATEGI BERBASIS KOMUNITAS  
Mengingat besarnya jumlah perpustakaan yang akan bergabung, pendekatan yang paling efektif adalah melalui komunitas.   Sosialisasi, advokasi, registrasi, dan support dilakukan oleh relawan yg ditraining dari masing2 komunitas.

PERLUASAN KOMUNITAS  Selama ini yang paling siap memang dari kalangan perguruan tinggi. Mereka sudah paling maju teknologi perpustakaannya, dan memiliki kebutuhan yang paling besar untuk akses IOS.   Ke depan, perlu diperluas ke jenis perpustakaan lain: Umum, Khusus, dan Sekolah.

KESIMPULAN  
- Indonesia OneSearch yang dibangun sejak tahun 2015 terus bertumbuh hingga sekarang, baik dari sisi jumlah institusi, perpustakaan, repositori, dan data.

- Meski demikian, kalau dibandingkan dengan jumlah perpustakaan di seluruh Indonesia, jumlah yang sudah bergabung paling dominan baru dari kalangan perguruan tinggi. Dari tipe perpustakaan lain masih sangat sedikit, khususnya dari perpustakaan sekolah.

- Strategi yang diusulkan:
• Berbasis komunitas di dalam setiap jenis perpustakaan.
• Membangun sub-portal OneSearch untuk setiap komunitas.
• Membangun dan advokasi tim relawan untuk setiap portal komunitas.  
• Sosialisasi lebih aktif oleh tim IOS Perpusnas.

Link: https://twitter.com/ismailfahmi/status/1387794187207077896