Awalnya saya ndak ingin membuat analisis soal JPO ini. Tapi ada yang nyolek, dan saya lihat datanya menarik. Bisa jadi bahan masukan dan pelajaran bagi semua pihak. Baik yg pro maupun kontra.  So, mari kita lihat JPO "Sky Roof" ini.  Nama ini bikinan saya sendiri.

Dari colekan @badaxcavendish yang meresponse cuitan @ernestprakasa, saya lihat dua framing dari JPO ini.  Dari 4 gambar yg banyak diretweet di Twitter, memperlihatkan framing positif dan negatif. Gambaran gedung2 pencakar langit, dan orang kepanasan dan kerepotan saat nyebrang.

Drone Emprit menggunakan kata kunci "JPO", yg difilter dengan "Anies, jakarta, sudirman, roof, atap, selfie, heatstroke".  Trennya meningkat pesat hingga tgl 8 Nov. Mulainya tgl 6 Nov. Tren berikutnya bisa naik, tp bs turun kl disadari polemik tsb menguntungkan promosi JPO ini.

Dibandingkan dengan (R)APBD, tampak jelas tren JPO ini naik pesat hingga mampu melewatinya.   Isu (R)APBD pada tanggal 8 Nov kalah oleh isu JPO.

Secara volume, percakapan ttg (R)APBD yang didominasi oleh DKI Jakarta (bukan propinsi lain), masih lebih tinggi dibanding JPO. Ini karena periode datanya 7 hari terakhir.

Tapi kalau dilihat hanya tanggal 8 Nov, JPO mendapat 60% melewati (R)APBD yang hanya 40%.   Padahal untuk JPO sudah diberi filter. Tanpa filter, tentu akan lebih besar lagi prosentasenya.

Pada awalnya, tanggal 6 NOV saat isu JPO pertama kali viral, peta SNA memperlihatkan hanya ada satu cluster besar. Berwarna merah, artinya sentimen negatif. Cluster ini kontra terhadap JPO Sky Roof.

Dalam aggregat seminggu terakhir, peta SNA memperlihatkan pola yang berbeda. Ada 2 cluster besar, yang Pro dan Kontra JPO.  Namun cluster yang Kontra lebih besar ukurannya dan lebih banyak influencer dan user pendukungnya.

Dalam seminggu terakhir, top 5 influencernya ternyata dua didominasi oleh akun Pro yaitu @Nicbraveheart dan @aniesbaswedan.   Sedangkan 3 berikutnya dari cluster Kontra yaitu @yunartowijaya, @kurawa dan @permadiaktivis.

Kolase avatar dari top influencer bisa dilihat di sini.

Dalam seminggu terakhir, top image yang paling banyak dishare di Twitter sudah diwarnai oleh framing dari yang Pro dan Kontra.   Framing negatif saat awal, mulai digerus oleh framing positif dari foto2 bagus dari JPO ini. Info yg sampai ke publik setidaknya tidak lg tunggal.

Gambaran di Instagram juga sama, ada framing positif dan negatif. Namun dari gambar yg paling banyak di-like ini, mayoritas dari akun2 kubu yang Pro, seperti IG aniesbaswedan, jejakanies, dan goodbenerdki. Yg Kontra tidak banyak di top liked, spt infia_fact.

Top 5 influencer di Instagram, yang paling besar adalah akun @aniesbaswedan, didukung oleh 2 akun pro yaitu jejakanies dan galerianies.   Aku yg kontra hanya infia_fact, satu lagi akun media @detikcom.   Tampak bahwa di IG, JPO didominasi oleh narasi positif.

Closing. Dari data Drone Emprit ini, tampak jelas bahwa Gubernur @aniesbaswedan menikmati promosi gratis terkait JPO "Sky Roof", dari percakapan yang kontra maupun yang pro atas keberadaannya.  Foto2 bagus dari JPO tsb yg juga viral, turut menempel dalam persepsi publik.

Apakah sebaiknya polemik tentang JPO ini dihentikan atau diteruskan?  Kedua-duanya baik. Kalau dihentikan, maka keriuhan berhenti. Kalau dilanjutkan, promosi terus berjalan juga.21949

JPO ini memberi contoh bagaimana strategi "Telling Own Narratives" bekerja.    Narasi negatif tentang JPO yang ditampilkan melalui gambar orang kepanasan, dilawan dengan gambar positif indahnya gedung2 yang difoto dari arah JPO.  Semuanya framing. Framing mana yg disukai publik?.