Oleh: Ayu Puspita Sari Ningsih

Kematian Tuti berlangsung sunyi pada 29 Oktober 2018. TKI asal Majalengka ini dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi tanpa memberi pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia atau bahkan keluarganya. Kabar mengenai eksekusinya baru sampai ke pemerintah Indonesia sehari setelahnya. Bagaimana berita ini akhirnya bisa sampai ke pihak Indonesia? Bagaimana pula perbincangan di sosial media terkait eksekusi diam-diam ini?

Drone Emprit menelusuri perbincangan dan pemberitaan tentang eksekusi Tuti dalam rentang waktu 30 Oktober - 1 November. Kata kunci yang digunakan adalah “Tuti” dengan filter “eksekusi”, “dieksekusi” dan “TKI”.

DATA

Awal Kemunculan

Berita tentang eksekusi Tuti pertama kali ditulis oleh aktivis Migrant Care, Wahyu Susilo, yang mengatakan “Kasshogi dimutilasi, Tuti dieksekusi,” beserta gambar dengan logo Migrant Care yang menjelaskan tentang eksekusi Tuti sehari sebelumnya. Sekitar lima belas menit setelah twit tersebut, Tempo dan Metro TV menerbitkan artikel yang mengonfirmasikan hal tersebut.

Mendapat Perhatian

Berita tentang eksekusi tersebut baru mendapat perhatian ketika Ridwan Kamil beserta beberapa influencer seperti @negativisme, @haris_azhar, dan @ZAEffendy mulai ikut menulis mengenai hal tersebut di Twitter. Terutama setelah ada twit dari Ridwan Kamil pada pukul 20:12, perbincangan tentang Tuti meningkat drastis.

Jika dilihat dari peta SNA tanggal 30 Oktober, cluster @negativisme bersinggungan dengan cluster @wahyususilo karena mengunggah ulang gambar dari Migrant Care yang juga digunakan oleh Wahyu Susilo. Sementara ketiga akun lainnya membahas masalah tersebut dengan twit-twit mereka sendiri.

Hingga 1 November 2018, peristiwa eksekusi Tuti telah diperbincangkan oleh 6671 mentions di media sosial dan pemberitaan media online sebanyak 1547 artikel. Terbilang sedikit diperbincangkan jika dibandingkan dengan berita yang umumnya menjadi topik utama, seperti misalnya perbincangan dan pemberitaan kejatuhan Lion Air JT610 yang dalam rentang waktu yang sama diperbincangkan sebanyak 99 ribu mentions dan diberitakan sebanyak 29 ribu artikel.

Dari peta SNA, terlihat bahwa perbincangan mengenai eksekusi Tuti di Twitter tidak terlalu banyak dan hanya dibuat oleh kluster-kluster kecil antara key opinion leader dan followers-nya nyaris tanpa ada singgungan pada kluster lain.

Twit dari @wahyususilo, @negativisme, dan @ridwankamil masih menjadi twit yang paling banyak dibagikan oleh warganet, dengan masing-masing dibagikan sebanyak 1.301, 547, dan 458 kali. Baik @negativisme dan @ridwankamil mendoakan agar kekuatan ekonomi dalam negeri membaik sehingga TKI dapat dikurangi.

@wahyususilo: Khashoggie dimutilasi, Tuti Tursilawati dieksekusi 😥😭 https://t.co/wNPuIYoAza (30/Oct/2018 12:40 WIB, dengan menyertakan foto Tuti yang diberi penjelasan mengenai nasibnya)
@negativisme: Inalilahiwainailahirojiun, turut berduka kpd Ibu Tuti Tursilawati yg dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi tanpa pemberitahuan kepada pemerintah RI, inilah pentingnya memajukan ekonomi dalam negeri. semoga amal ibadahnya diterima https://t.co/sLtIPa2Zj9 (30/Oct/2018 22:42 WIB, dengan menyertakan gambar yang sama dengan @wahyususilo)
@ridwankamil: Turut berduka cita atas meninggalnya Tuti Tursilawati, TKI asal Jabar yg dihukum eksekusi mati di Arab Saudi. Semoga Kemlu bisa merespon masalah ini dgn seksama. Pemprov jg bersiap dlm 5 thn ke dpn utk memandirikan ekonomi desa agar tdk banyak warga Jabar yg jadi TKI rumah tangga. (30/Oct/2018 20:12 WIB)

Selain itu, beberapa twit juga menyerukan protes kepada pemerintah Indonesia. Akun @ZAEffendy dan @haris_azhar yang twit-nya dibagikan sebanyak 153 dan 133 kali memprotes pemerintah yang dianggap lalai dalam masalah Tuti meskipun kerap menerima perwakilan pemerintah Arab Saudi.

@ZAEffendy: Eksekusi Mati Tuti Tursilawati (TKI) 29/10/2018 TANPA NOTIFIKASI, 6 hari setelah Menlu KSA Adel al-Jubeir & Menlu RI Retno Marsudi adakan pertemuan bilateral bahas penyelesaian isu perlindungan WNI+TKI ?! HALO BNP2TKI & MENNAKER ! https://t.co/5sL4XRbZUg (30/Oct/2018 15:54 WIB, dengan menyertakan tautan artikel tentang eksekusi Tuti dari Liputan 6.com)
@haris_azhar: Tuti Tursilawati, dieksekusi huk mati tanpa pberitahuan oleh Pemerintah Saudi Arabia. pfuf, mana Pem & DPR yg sambut Raja Arab hadir di Indonesia bbrp thn? apa ini harga investasi?

Masih bernada protes meski dengan nada yang berbeda, akun @Twitkustik dan @zuhairimisrawi mendesak pemerintah untuk memprotes Arab Saudi yang melakukan eksekusi tanpa pemberitahuan dan menghentikan pengiriman TKI ke Arab Saudi. Twit mereka masing-masing dibagikan sebanyak 95 dan 74 kali.

@Twitkustik: Tuti Tursilawati memukul majikan prianya dg kayu krn membela diri, saat ia melarikan diri, ia diperkosa oleh 9 org yg janji mau membantu. Wanita Majalengka ini telah dieksekusi mati oleh pemerintah Arab 😭 sungguh gak adil! Stop TKW ke Arab! 😡 (30/Oct/2018 16:45 WIB)
@zuhairimisrawi: Pemerintah Indonesia harus protes keras kepada Arab Saudi soal eksekusi mati pada Tuti. Kita tidak boleh tunduk pada kebiadaban Arab Saudi yang mirip Abu Lahab. Saya setuju pandangan kader Muhammadiyah ini. https://t.co/Ga7XsFJQVu (31/Oct/2018 08:14 WIB, dengan menyertakan gambar berisi kata mutiara Andar Nubowo)

Pemberitaan media pun mempertanyakan hukuman mati tanpa pemberitahuan tersebut. Desakan terhadap pemerintah untuk melakukan protes terhadap kebijakan Arab Saudi menjadi wacana utama dalam pemberitaan media.

Beberapa media juga meliput upaya pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang peraturan terkait TKI. Tercatat beberapa partai politik seperti PDI-P dan PPP, DPR, dan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat segera mengkaji ulang peraturan pengiriman TKI ke luar negeri setelah kasus Tuti terdengar.

ANALISIS

Dapat dilihat bahwa eksekusi mati Tuti cukup jarang dibicarakan oleh publik maupun diberitakan oleh media. Volume pembicaraan tentang Tuti bahkan tidak mencapai 10% dari volume pembicaraan dan pemberitaan mengenai jatuhnya Lion Air JT610 yang masih menjadi topik utama di kanal-kanal berita hingga sekarang.

Dilihat dari peta SNA pun, perbincangan tentang Tuti hanya dibentuk oleh kluster-kluster kecil yang berisi key opinion leader dan followers-nya. Kluster-kluster kecil ini pun terlihat hampir tidak terhubung hingga bentuk perbincangannya terlihat hanya seperti satu arah dengan para followers hanya menyampaikan berita yang ditwit oleh key opinion leaders-nya.

Sementara isi dari perbincangan publik di Twitter yang paling banyak di-retweet adalah ucapan belasungkawa dan pemberian info. Tidak banyak tokoh yang terlibat perbincangan di media sosial dalam kasus ini, hanya tokoh yang berhubungan langsung, seperti Wahyu Susilo sebagai aktivis buruh migran serta orang pertama yang mengabarkan eksekusi Tuti dan Ridwan Kamil sebagai Gubernur daerah asal Tuti, yang terlihat angkat bicara. Beberapa influencers menuliskan twit berisi protes baik pada pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi seperti yang dilakukan @ZAEffendy, @haris_azhar @Twitkustik, dan @zuhairimisrawi namun cenderung tidak banyak dibagikan.

Sementara pemberitaan media sendiri banyak memberi fokus pada pengecaman terhadap pemerintah Arab Saudi. Berita yang banyak dibuat adalah desakan pada pemerintah Indonesia untuk mengajukan protes kepada pemerintah Arab Saudi dan meninjau ulang perjanjian pengiriman TKI.

CLOSING

Cukup disayangkan penyebaran berita tentang eksekusi mati Tuti tidak begitu luas, padahal eksekusi tanpa pemberitahuan seperti ini bukan terjadi untuk yang pertama kalinya. Suara publik juga diperlukan untuk membuat pemerintah sadar ada masalah penting yang harus ditangani. Semoga isu tentang Tuti ini tidak layu sebelum berkembang, supaya tidak ada lagi Tuti-Tuti lainnya yang pergi dalam kesunyian.