Oleh: Windo W.

Di minggu ini, DE ingin melihat kondisi bagaimana tren pemberitaan dan percakapan terkait capres-cawapres yang tengah bertarung di Pilpres 2019. DE menarik data dengan menggunakan nama capres-cawapres dengan berbagai variasi nama yang juga muncul di pemberitaan (media online) dan percakapan (Twitter) yang mengaju ke masing-masing kandidat. Periode waktu pemantauan seminggu terakhir, yakni mulai tanggal 31 Maret hingga kemarin, tanggal 6 April 2019.

KANAL PEMBERITAAN

Visibilitas

Dari data yang diperoleh di kanal pemberitaan, Jokowi adalah tokoh yang paling banyak mendapat pemberitaan. Perbandingannya dengan kandidat capres 02, Jokowi sebanyak 40%, Prabowo 39%. Sementara Ma’aruf Amin paling sedikit muncul di pemberitaan, berbeda dengan pasangan Prabowo, Sandiaga yang lebih sering diberitakan ketimbang Ma’aruf Amin.

Tre Pemberitaan

Tren pemberitaan Jokowi cenderung alami penurunan seminggu terakhir. Tapi, masih di atas Prabowo. Sementara tren Prabowo alami tren turun-naik. Berbeda dengan pasangannya, Sandiaga, yang cendrung alami kenaikan, namun tidak tajam. Sementara itu, pemberitaan Ma’ruf Amin alami kenaikan, tapi tidak menonjol. Sedikit kenaikan itu di tengah pekan, lalu turun lagi di akhir pekan.

Sentimen

Untuk sentimen, Jokowi paling unggul dalam sentimen positif. Pemberitaan dengan sentimen positif Jokowi didukung juga dengan visibilitas yang juga tinggi. Kondisi ini agak berbeda dengan pasangannya. Pemberitaan tentang Maa’ruf Amin memang mayoritas positif. Tapi tidak didukung dengan visibilitas yang tinggi. Visibililitas Ma’ruf Amin masih rendah. Sedangkan capres 02, kendati sentimen positifnya lebih banyak muncul,  sentimen negatif di pemberitaan juga mencolok.

Dalam seminggu terakhir ini, pola sentimen negatif pemberitaan Jokowi selalu di di bawah Prabowo. kecuali sehari pasca debat keempat lalu (31 Maret) di mana sentimen negatif Jokowi lebih tinggi dibanding Prabowo. Di akhir pekan ada kenaikan tren sentimen negatif Jokowi, tapi masih di bawah Prabowo.

KANAL PERCAKAPAN

Familiritas

DI kanal percakapan (Twitter), dalam seminggu terakhir, familiritas paling tinggi dipegang oleh Prabowo. Jokowi menyusul di urutan selanjutnya, kemudian Sandiaga Uno dan Maaruf Amin.

Tren Percakapan

Tren percakapan seminggu terakhir, Prabowo selalu di atas Jokowi. Khusus tanggal 5 April, Prabowo tersalip oleh Jokowi. Namun, tak bertahan lama. Esoknya, Prabowo kembali pada posisi semula. Tren Sandiaga Uno dan MA seperti pola di pemberitaan.

Sentimen

Dibandingkan dengan semua tokoh, sentimen positif paling unggul ada pada Prabowo. Sentimen positif tentang Prabowo di kanal percakapan ini didukung dengan tingkat volume yang tinggi dan sentimen negatif yang tak terlalu menonjol. Agak berbeda dengan capres 01. Kendati volume sentimen positif Jokowi di atas sentimen negatif, namun sentimen negatif yang muncul dalam percakapan terkait Jokowi cukup tinggi. Sementara itu, percakapan tentang Ma’aruf Amin dengan sentimen positif lebih banyak muncul. Namun, seperti di kanal pemberitaan, volume percakapan tentang Ma’aruf Amin masih sangat rendah. Sandi, sentimen negatifnya tidak terlalu dominan. Sentimen positif terkait percakapan Sandi cukup menjolok dalam segi volume percakapan, namun tidak setinggi Prabowo.

Interaksi

Interaksi percakapan capres-cawapres 02 selalu lebih tinggi ketimbang percakapan tentang Jokowi-Maaruf. Interaksi percakapan tentang Jokowi-Ma’aruf cenderung rendah. Nilai interaksi paslon 01 yang paling tinggi seminggu terakhir berada skor 3. Berbeda dengan paslon 02, tingkat interaksi percakapan sangat tinggi, rata-rata di atas 10).

KESIMPULAN

Dari data di atas, berikut beberapa kesimpulan yang bisa disampaikan.

Pertama, capres Jokowi unggul di media online, namun kalah di media sosial dibandingkan Prabowo. Demikian pula sebaliknya.

Kedua, Maa’ruf Amin tidak menonjol baik di kanal pemberitaan maupun di kanal percakapan (Twitter). Maa’ruf berada di posisi paling rendah di kedua kanal tersebut.

Ketiga, interaksi percakapan untuk paslon 02 lebih tinggi. Artinya, twit-twit yang men-mention Prabowo dan Sandi cenderung mendapat respons. Berbeda dengan percakapan tentang Jokowi Ma’aruf.

CLOSING

Sebentar lagi waktu pencoblosan. Visibilitas di pemberitaan atau ramainya di percakapan, tentu bukan jaminan kemenangan atau kekalahan untuk masing-masing kandidat. Tetap, yang menentukan adalah hasil di “kotak suara”. Tetapi, pemberitaan maupun percakapan dapat membentuk persepsi, baik untuk meneguhkan pendirian maupun untuk mengalihkan pilihan pada paslon lain. Di sinilah penting untuk memerhatikan bagaimana pemberitaan dan percakapan (media sosial). Dan kita liat, bagaiman tren seminggu terakhir ke depan, apakah ada perubahan dalam peta pemberitaan dan percakapan?