Oleh: Ismail Fahmi

Laporan lengkap 87 halaman PDF bisa didownload di sini:
https://www.slideshare.net/Ism…/analisis-media-jkwma-vs-pssu

SETTING KEYWORD

EXECUTIVE SUMMARY

  • Dalam periode dari tanggal 28 Januari – 4 Februari, Drone Emprit mencatat total percakapan di semua kanal, JKW-MA mengungguli PS-SU dengan 1,6 juta lawan 1 juta percakapan.
  • Secara umum, sentimen percakapan PS-SU lebih positif (63% positif, 16% negatif), sedangkan JKW-MA sedikit lebih negatif (51% positif, 28% negatif).
  • Dari grafik popularity-favorability tampak bahwa JKW-MA lebih populer, sedangkan PS-SU lebih favorable.
  • Hampir di semua kanal JKW-MA mengungguli PS-SU, kecuali di Instagram.
  • Pasukan JKW-MA terpencar-pencar, dan membentuk pola interaksi baik yang natural maupun programmatic; sementara PS-SU membentuk cluster yang terkonsentrasi dengan pola natural, namun juga terdapat cluster kecil terpisah yang programmatic.
  • Interaction Rate JKW-MA 3,44 interaksi per twit; PS-SU 6.33 interaksi per twit. Semakin rendah rate, menandakan banyak twit yang dikirim tapi tidak mendapat respons.
  • Media online lebih banyak memberitakan JKW-MA (52k artikel) dibanding PS-SU (25,7k artikel).
  • Total video dan interaksi di YouTube terkait JKW-MA lebih tinggi (313,5k) dibanding PS-SU (192,8k).

Dalam perang tagar, kubu 02 tidak lagi fokus pada tagar #2019GantiPresiden namun pada tagar-tagar terkait isu terbaru; sementara kubu 01 terus fokus melambungkan tagar-tagar utama mereka seperti: #JokowiMembangunDesa, #01IndonesiaMaju, #01JokowiLagi, #JokowiKHMakrufAminMenang2019, #2019JokowiKyaiMaruf, #2019TetapJokowi.

ANALISIS INFLUENCER DAN TOPIK

JKW-MA:

Dari 35 cuitan yang paling banyak di-retweet, ternyata sebagian besar (20 cuitan) dibuat oleh influencers dari kubu 02. Cuitan dari influencers 01 tentang JKW-MA kalah populer.

Akibatnya, sentimen tentang JKW-MA banyak dipengaruhi oleh pernyataan dari kubu 02, yang tentunya semua cenderung negatif.

Hal ini menjelaskan mengapa secara umum, sentimen negatif terhadap JKW-MA cukup tinggi, dan menggerus sentimen positif yang dibangun oleh tim media sosialnya.

Isu yang banyak diangkat oleh influencers 02 adalah: Doa Kyai Maimoen untuk Prabowo, Ahmad Dhani, Jalan Tol, dan  Rudiantara. Isu Ahmad Dhani yang paling banyak menggerus sentimen positif Jokowi.

Akun @jokowi cukup banyak menjadi top most retweet (5 cuitan), berisi status positif tentang keberhasilan, kerja, aktivitas, dan pesan bagi millenial. Akun Kyai Maruf tidak muncul dalam top twit.

PS-SU:

Dari 35 cuitan yang paling banyak di-retweet, mayoritas dibuat oleh influencers dari kubu 02 sendiri. Hanya sedikit sekali (3 cuitan) yang dibuat oleh influencers dari kubu 01.

Akibatnya, sentimen tentang PS-SU banyak dipengaruhi oleh pernyataan dari kubu 02, yang tentunya semua cenderung positif.

Hal ini menjelaskan mengapa secara umum, sentimen positif terhadap PS-SU cukup tinggi, dan mengimbangi sentimen negatif yang dibangun oleh tim media sosial kubu 01.

Isu yang populer diangkat oleh kubu 01 untuk menyerang PS-SU adalah: HNW yang mengkritik pelibatan Jan Ethes, hinaan Prabowo terhadap Menkeu, dan ojol pendukung PS yang diomelin ibu-ibu.

Akun @prabowo tidak muncul, sedangkan akun @sandiuno hanya muncul 2 kali dalam top twit (kalah jauh dibanding akun @jokowi yang muncul 5 kali).

Hal ini menunjukkan kubu 02 kurang menyampaikan rencana, janji, atau program dalam top twit. Kedua akun capres @prabowo dan cawapres @sandiuno perlu lebih diaktifkan untuk  menyampaikan hal-hal positif, sementara akun influencers dan buzzer cenderung lebih banyak merespons isu-isu insidentil yang muncul.

ANALISIS PERANG TAGAR DI TWITTER

JKW-MA:

Kubu 01 terus fokus melambungkan tagar-tagar utama mereka sehingga  memuncaki daftar targar yang paling banyak disebut, seperti: #JokowiMembangunDesa, #01IndonesiaMaju, #01JokowiLagi, #JokowiKHMakrufAminMenang2019, #2019JokowiKyaiMaruf, #2019TetapJokowi.

Tagar #JokowiMembangunDesa paling besar kontribusinya dalam menaikkan popularitas Jokowi, dan dijadikan andalan dengan membangun satu cluster tim tersendiri (lihat peta SNA).

Untuk menaikkan popularitas, kubu 01 mengampanyekan tagar dukungan dari tokoh-tokoh parpol pengusung, seperti: #PakJKDukungJokowi, #AirlanggaMenangkanJokowi, #SuryaPalohMenangkanJokowi, #DiazMenangkanJokowi, #HTMenangkanJokowi, #OsoMenangkanJokowi, #RomahurmuziyMenangkanJokowi, #cakiminmenangkanjokowi.

Dalam periode ini, pribadi Jokowi, keluarga, dan cucu yang baik menjadi topik tagar tersendiri untuk menaikkan popularitas dan favorabilitas, seperti: #JokowiOrangBaik, #jokowilebihbaik, #01Cintakeluarga, #IbuNegaraAsyik, #SiapKawalEthes, #BanggaCucuJokowi, #JanEthesBikinSayang.

Dari 54 tagar terpopuler, 6 tagar dibuat oleh kubu 02. Serangan dari kubu 02 terhadap Jokowi dalam periode ini yang terbesar adalah terkait Ahmad Dhani, Menkominfo, dan Kyai Maimoen, dengan tagar: #AhmadDhaniKorbanRezim, #YangGajiKamuSiapa, #KyaiMaimoenDoakanPrabowo.

PS-SU:

Kubu 02 tidak lagi fokus pada tagar #2019GantiPresiden, namun masuk ke tagar-tagar tematik yang selalu muncul setiap Minggu. Kebanyakan tagar yang diangkat merupakan respons atau kapitalisasi dari peristiwa yang muncul saat itu, misalnya: #AhmadDhaniKorbanRezim, #KyaiMaimoenDoakanPrabowo, #SaveRockyGerung, #YangGajiKamuSiapa, #DemokrasiTerancam, #TributeToAhmadDhani, #RomiMakelarDoa, #JubirFitnahUmat, #MenteriHarusNetral, dst.

Untuk menaikkan popularitas dan favorabilitas, kubu 02 menggunakan tagar terkait lokasi daerah yang dikunjungi oleh Prabowo atau Sandi, seperti: #NTBPilihPrabowoSandi, #SulselPilihPrabowoSandi, #MalukuPilihPrabowoSandi, #BaliMemilihPrabowoSandi, #PapuaMemilihPrabowoSandi, #AcehCoblosPrabowoSandi, dan #BantenMemilihPrabowoSandi.

Dari 54 top tagar, 12 tagar dibuat oleh kubu 01. Serangan dari kubu 01 lebih banyak difokuskan pada penciptaan persepsi bahwa kubu PS-SU adalah tukang dusta dan hoax, menggunakan tagar: #KoalisiMunafik, #HobiKokFitnah, #PrabowoHinaKemenkeu, #Lagi2Prabohoax, #semburanDusta02, dan  #KoalisiPraBohong.

ANALISIS PERANG TAGAR DI INSTAGRAM

Total post dan interaksi di IG terkait PS-SU lebih tinggi (2,3jt) dibanding JKW-MA (1,5jt).

Di Instagram, tagar-tagar yang digunakan oleh kedua kubu hampir sama dengan tagar mereka di Twitter. Tagar di Instagram cenderung tidak bervariasi, tidak sesuai pesan yang sedang dikampanyekan, dan tidak sedinamis di Twitter.

Tagar terlihat monoton, seperti: (kubu 01) #jokowi, #2019tetapjokowi, dan #2019JokowiKyaiMaruf; (kubu 02) #prabowo , #2019GANTIPRESIDEN, #2019prabowopresiden, dan #PrabowoSandi.

Kubu 01 lebih banyak menyerang PS-SU dengan tagar-tagar seperti: #SandiwaraUno, #prabohong, #KoalisiPraBohong, dan #PrabowoPengkhianat.  Sementara kubu 02 tak tampak tagar menyerangnya.

ANALISIS PERANG VIDEO DI YOUTUBE

Total video dan interaksi di YouTube terkait JKW-MA lebih tinggi (313,5k) dibanding PS-SU (192,8k).

Dari 20 video paling populer tentang JKW-MA, lebih banyak berisi video yang sentimennya positif. Video yang paling diminati adalah tentang keluarga Jokowi dan kelucuan Jan Ethes. Lalu video-video deklarasi dukungan buat JKW-MA di berbagai tempat. Kanal ILC, Ini Talk Show-nya Sule, dan MetroTV berkontribusi besar dalam popularitas JKW-MA.

Sedangkan dari 20 video paling populer tentang PS-SU, ada 5 video yang sentimennya negatif, terutama dari kanal ”Rey Utami dan Benua” yang banyak mengkritik paslon 02 ini. Talk Show TVOne turut berkontribusi positif dalam popularitas PS-SU di YouTube. Video yang positif sentimennya terkait saat kampanye PS-SU dan dukungan dari berbagai pihak.

Kanal ”Inspirasi News” banyak memberitakan kedua kubu, baik dan buruknya, sehingga kanal ini sangat berpengaruh pada JKW-MA dan PS-SU.

ANALISIS MEDIA ONLINE

JKW-MA lebih banyak diberitakan (52k artikel) oleh media online dibandingkan PS-SU (25,7k artikel).

Detik.com adalah media yang paling banyak memberitakan keduanya.

Meski demikian, di media sosial (Twitter), Detik.com paling banyak di-share terkait JKW-MA, dan RMOL.co terbanyak terkait PS-SU.

Situs Jokoway secara khusus banyak di-share terkait JKW-MA, sedangkan terkait PS-SU terdapat PSCP.tv, SuaraPantau, IndoneiaInside, dan Kabarindong.

Kompas, Okezone, Inews, dan Sindonews lebih banyak dijadikan referensi untuk JKW-MA, sedangkan Gelora.co untuk PS-SU.

ANALISIS "COORDINATED ACTIVITIES"

BERSAMBUNG...