Mampukah Isu "RS" Bertahan Dari Gempuran "Meikarta"?

Oleh: Ismail Fahmi

Melihat peta percakapan tentang Meikarta yang hanya diikuti oleh kubu oposisi, sejenak muncul pertanyaan: kubu petahana sedang sibuk dengan isu apa saat ini?

Sebelum isu Meikarta muncul, sudah ada isu hoax Ratna Sarumpaet (RS) yang cukup lama bertengger baik di media sosial, online, maupun TV. Apakah isu RS ini yang membuat sibuk kubu petahana sehingga tidak muncul dalam isu Meikarta?

TREN

Kita lihat tren percakapan tentang RS v.s. Meikarta dalam seminggu terakhir. Kita bandingkan keduanya. Dari grafik tren ini, tampak pada 15 Oktober volume percakapan tentang RS masih sangat tinggi, sementara isu Meikarta baru mulai muncul.

Dan pada hari berikutnya 16  Oktober, isu Meikarta langsung melejit mengalahkan isu RS yang turun drastis. Meski turun dan mulai kalah dengan isu Meikarta, volume tentang RS masih tinggi pada hari selanjutnya, di atas 6k percakapan sehari.

Dalam periode 15-19 Oktober, total percakapan tentang RS sama dengan Meikarta, 60k mentions. Jelas ini sebuah isu besar setelah RS.

SNA

Bagaimana peta percakapan kedua isu ini? Di mana posisi kubu petahana?

Ketika kedua isu dibandingkan dalam sebuah peta SNA, kita lihat ada dua clusters dengan warna atau topik yang berbeda. Cluster paling besar adalah kubu oposisi, dengan node kebanyakan berwarna orange. Artinya mereka banyak membahas Meikarta. Ada beberapa akun yang berwarna biru. Artinya masih membahas soal RS, meski tidak banyak.

Cluster kedua adalah kubu petahana, ukuran  lebih kecil dan berwana biru. Mereka hampir semua membahas isu RS. Hanya ada satu dua influencers yang membahas Meikarta.

Di antara kedua clusters, ada akun-akun dari media online. Semua berkumpul di sini, berperan sebagai information arbitrage. Beritanya dijadikan referensi oleh kedua clusters. Dari  warnanya yang orange, artinya media sudah lebih banyak membahas soal Meikarta dibanding RS.

Kalau kita lihat khusus SNA tentang RS, memang tampak kubu petahana masih paling banyak membahas isu ini. Volume cluster lebih besar dari kubu oposisi.  

ROBOT

Ketika melihat peta SNA, ada perilaku user yang aneh. Seharusnya akun-akun media online berkumpul di antara dua clusters, karena mereka dijadikan referensi oleh kedua kubu. Namun ada dua akun media yaitu Metro_TV  berwarna orange (Meikarta) dan MetroTVNewsRoom berwarna biru (RS) yang  berada di luar cluster.

Kedua akun tersebut memiliki interaksi dengan follower yang terisolasi, yang tidak ada interaksi dengan klaster real user yang kuat.

Pola interaksi yang cenderung ngerumpi ini biasanya dilakukan oleh robot. Beberapa akun robot yang dikendalikan oleh program, ditugaskan untuk me-retweet beberapa akun master. Dalam hal  ini dua akun terkait Metro TV. Karena akun robot tidak berinteraksi dengan user biasa, jadinya mereka terpisah dalam peta SNA.

ANALISIS

Data perbandingan dua isu di atas menunjukkan bahwa kubu petahana masih fokus pada isu RS. Mereka kompak tidak membahas soal Meikarta. Dari  grafik tren sepertinya ke depan isu RS ini masih akan dimanfaatkan oleh cluster petahana.

Sedangkan kubu oposisi sudah menemukan isu baru yang lebih seksi, yaitu Meikarta. Isu ini seperti dalam analisis sebelumnya, mereka perluas dengan menarik beberapa nama pejabat ke dalamnya. Misalnya Luhut yg turut dalam ground breaking, dan RK yang  ditantang untuk bersikap tegas terhadap Meikarta.

Pemilihan isu mana yang akan diangkat bersama-sama sepertinya merupakan bagian dari  strategi masing-masing cluster. Hal ini terlihat bagaimana sebuah isu dibicarakan atau tidak oleh sebuah cluster. Apa pertimbangan yang mereka pakai? Tentunya pertimbangan yang strategis buat kepentingan masing-masing.

Apakah isu RS akan bisa bertahan lama, dan apakah isu Meikarta akan bisa mengubur isu RS selamanya? Kita lihat episode berikutnya.

CLOSING

Sebagai publik yang mengharapkan bangsa ini bisa maju dan berkembang ke arah yang benar, tentunya kita ingin segala jenis hoax dan korupsi dibabat habis. Agar tidak terulang lagi. Dan jadi pelajaran berharga.