Menteri Pencetak Utang: Kemenkeu Ramai Dibela, Utang Negara Sepi Diskusi

Oleh: Windo W. dan Abdi Munggaran

Pada deklarasi dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) akhir pekan lalu, dalam pidatonya, Capres 02, Prabowo Subianto, sempat menyorot dan mengkritik Kementerian Keuangan. Dalam kesempatan itu, salah satu yang disampaikan Prabowo, menteri keuangan sebaiknya diganti jadi menteri pencetak utang.

DE membuat projek untuk memantau isu ini. Untuk menarik data, kata kunci yang digunakan adalah Kementerian Keuangan dan Menteri Keuangan. Setting periode pemantauan dilakukan dari tanggal 22 sampai kemarin, 28 Januari 2019. Setting periode ini bertujuan untuk mengetahui khususnya seperti apa tren pemberitaan dan perbincangan sebelum dan setelah komentar Prabowo tentang Menteri/Kementerian Keuangaan. Pemantauan dilakukan di dua kanal: kanal pemberitaan dan kanal percakapan (Twitter).

HASIL PEMANTAUAN

Tren Pemberitaan dan Percakapan

Dari hasil pemantauan, tren pemberitaan dan percakapan tentang Menteri/Kementerian Keuangan mengalami kenaikan signifikan. Kritikan Capres 02 terhadap Menteri/Kementerian Keuangan—yang kemudian mengundang kontroversi—mendorong kenaikan pemberitaan dan percakapan tentang Menteri/Kementerian Keuangan.

Sorotan di Kanal Pemberitaan

Di kanal pemberitaan, pemberitaan tentang Menteri/Kementerian Keuangan terkait kritikan Capres 02 cukup ramai. Selain isu menteri pencetak utang yang disampaikan Prabowo, sorotan media juga pada respons dari Menteri/Kementerian Keuangan dan TKN atas pidato Prabowo yang menyebut Menteri Keuangan sebagai menteri pencetak utang. Cara pemberitaan isu ini ada yang ‘menyenangkan’ bagi Prabowo dan ada yang tidak, begitu pula sebaliknya bila dilihat dari posisi Menteri/Kementerian Keuangan.

Sorotan Di Kanal Percakapan

Dilihat dari top five most retweeted statuses, ada tiga sorotan di kanal percakapan Twitter. Pertama, terkait pembelaan terhadap Menteri/Kementerian Keuangan. Kedua, soal utang. Ketiga, soal berita tentang pernyataan Prabowo yang menyebut Menteri Keuangan sebaiknya diganti jadi Menteri Pencetak Utang.  

Sentimen dan Tagar

Di antara tiga sorotan tersebut, yang paling banyak mewarnai percakapan adalah pembelaan terhadap Menteri/Kementerian Keuangan. Pembelaan itu kian diperkuat dari sentimen paling dominan dalam percakapan. Dari analisis sentimen yang dilakukan DE,  70% percakapan bernada positif. Pembelaan terhadap Menteri/Kementerian Keuangan ini didukung juga dengan kemunculan tagar— yang selain ditujukan untuk ‘menyerang’ Capres 02, juga ditujukan untuk membela Menteri/Kementerian Keuangan—yakni #PrabowoHinaKemenkeu, yang menjadi tagar paling dominan di percakapan.

SNA

SNA menunjukkan percakapan tentang Menteri/Kementerian Keuangan sangat positif (ditandai oleh warna hijau). Netizen ramai-ramai membela Menteri/Kementerian Keuangan dari kritikan Capres 02. SNA juga memperlihatkan dari kubu oposisi tidak nampak menyerang. Percakapan yang mengangkat soal utang muncul dari pakar ekonomi seperti Rizal Ramli. Namun, klaster ini tidak besar.

ANALISIS

Isu tentang menteri pencetak utang memantik perhatian baik dari sisi pemberitaan maupun percakapan. Perhatian media tentang isu menteri pencetak utang—yang ditunjukkan dari cukup menonjolnya topik ini sebagai subjek pemberitaan—menujukan bahwa bagi media, isu ini memiliki audience salience atau dianggap penting oleh media untuk khalayak. Sementara dari valensi atau cara pemberitaan, ada yang menyenangkan, ada pula yang tidak bagi kedua belah pihak, baik bagi Prabowo Subianto yang menyampaikan kritikan, maupun Menteri/Kementerian Keuangan yang menjadi objek kritikan.  

Di kanal percakapan, derajat kesadaran khalayak akan topik ini cukup menonjol. Berbagai sorotan terhadap isu ini muncul. Paling dominan adalah pembelaan terhadap Menteri/Kementerian Keuangan. Yang dicerminkan dari sentimen positif yang muncul untuk Menteri/Kementerian Keuangan. Dari peta SNA juga tampak bahwa klaster percakapan paling ramai justru dari percakapan yang bernada positif (membela posisi Menteri/Kementerian Keuangan dari kritikan Prabowo). Jadi, isu menteri pencetak utang (sampai laporan dan analisis ini dibuat) tampaknya tidak terlalu menciptakan persepsi buruk publik terhadap Menteri/Kementerian Keuangan.

Sebaliknya, isu menteri pencetak utang yang disampaikan Prabowo tersebut berhasil ‘dipantik’ oleh para pendukung paslon 01 untuk menyerang Paslon 02, dengan membangkitkan sentimen identitas Kemenkeu, salah satunya dengan menginisasi tagar PrabowoHinaKemenkeu.

CLOSING

Menteri/Kementerian Keuangan banyak menuai sentimen positif pada minggu ini. Hal itu tak lepas dari pembelaan terhadap ketidaksetujuan atas kritikan Capres 02. Namun, tampaknya ada yang hampir hilang. Di kanal percakapan, justru diskusi dan dialog tentang utang negara (yang sebetulnya menjadi urusan publik) tidak berjalan dengan baik. Kita baru sebatas menyaksikan percakapan (seperti yang tergambar dari SNA) yang ramai pembelaan terhadap Kemenkeu, tapi percakapan masih sepi dari diskusi dan dialog soal utang negara.