Oleh: Gigih Bondan Hartaji

Minggu lalu (10/12) terjadi pengeroyokan anggota TNI oleh sekelompok tukang parkir di Ciracas. Sehari berselang, terjadinya peristiwa pembakaran di Mapolsek Cirasas, Jakarta Timur, oleh sekelompok massa (yang diduga anggota TNI) yang merasa tidak puas karena pelaku pengeroyokan anggota TNI (Kapten Komaruddin) belum juga ditangkap semuanya.  Drone Emprit (DE) membuat satu projek untuk memantau percakapan dan pemberitaan terkait kejadian tersebut, dalam rentang seminggu terakhir ini. Dari sana, DE akan menyampaikan beberapa poin di tulisan ini, terutama terkait persepsi publik terkait kejadian tersebut.

Sebaran percakapan mengenai kejadian di Polsek Ciracas

Dalam konteks kejadian pembakaran Mapolsek Ciracas, Jakarta menjadi kota dengan percakapan media paling ramai tentunya. Diikuti Kota Bandung dan Kota Surabaya.

Topik di Media Online

Sampai akhir minggu ini, polisi menjadi yang paling diperbincangkan di media online. Hal ini terkait kesepakatan awal pihak keluarga dengan aparat Polda Metro Jaya tentang status anaknya dan untuk menjaga sinergitas TNI dan Polri maka diadakan kegiatan bersih-bersih Mapolsek Ciracas.

Hot Issue Percakapan Media Sosial

Pemberantasan premanisme menjadi isu paling hangat diperbincangkan di media sosial minggu ini.

Muncul pula twit dukungan kepada TNI atau Polri setelah kejadian di Mapolsek Ciracas

Akun yang paling direspons

Akun yang paling direspons yaitu tentang keberhasilan Polri menangkap tersangka pengeroyokan.

Di sisi lain, ada akun yang menyayangkan kejadian tersebut bila benar pelaku pembakaran Mapolres Ciracas diduga anggota TNI.

ANALISIS

Dari data di atas beberapa poin bisa disampaikan di sini.

Pertama, isu pengeroyokan anggota TNI oleh sekelompok orang (tukang parkir) mendapat perhatian berdasarkan sebaran percakapan. Jakarta, Surabaya dan Bandung menjadi kota yang paling banyak mempercakapkan kasus ini.

Kedua, dalam kasus atau kejadian ini, yang melibatkan berbagai pihak yakni pihak kepolisian, TNI, dan tukang parkir, pihak kepolisian adalah yang paling banyak diperbincangkan.

Ketiga, dalam konteks kejadian pengeroyokan TNI dan pembakaran Mapolsek Ciracas, isu premanisme menjadi isu yang paling hangat diperbincangkan.

Keempat, kecepatan dan keberhasilan kepolisian mengungkap dan menangkap pelaku pengeroyokan tersebut, seharusnya juga diikuti pengungkapan siapa dalang dari pembakaran Mabes Ciracas sehingga citra TNI dan POLRI di media maupun dalam kacamata masyarakat tidak tercoreng lagi.

CLOSING

Kita berharap tidak terjadi lagi kejadian yang sama seperti pengeroyokan terhadap aparat negara atau pembakaran terhadap bangunan institusi negara. Ke depan, kita berharap, bangsa ini—dari segala elemennya—masih perlu menyelesaikan persoalan dengan pendekatan-pendekatan yang nir-kekerasan, bukan mengedepankan cara-cara yang justru bisa merusak citra institusi atau kelompok masyarakat terkait.