Oleh: Ismail Fahmi

Dulu pernah ada #UninstallGojek karena isu LGBT. Pesannya jelas, soal value, soal moral.

Nah, kini kubu 01 sedang menghajar Achmad Zaky dan Bukalapak melalui #UninstalBukalapak, karena satu twit Zaky yang mendambakan naiknya perhatian pemerintah kepada riset, berharap kepada presiden baru nanti. Mereka tersinggung, menganggap Zaky tidak tahu berterimakasih.

Padahal yang dimaksud presiden baru bisa saja presiden 2019-2024. Siapapun dia. Dan saya kira dia ndak berharap budget ini dinaikkan oleh presiden lama, presiden  2014-2019. Karena udah mau selesai.

Saya sering dengar cerita perjuangan mereka yg membangun startup hingga mulai mendapat funding, dan mulai jadi unicorn. Bisa ditanya, lebih banyak peluh dan airmatanya, atau dukungan dan kemudahan dari pemerintah? Tanya sendiri, saya ndak akan bilang. You will understand.

Kini tinggal Bukalapak yang porsi nasionalnya masih tinggi, dibanding unicorn yang lain. Dan ini pun akan dimatikan oleh salah satu kubu, karena tersinggung secara politik.

Lalu, dengan tagar #UninstalBukalapak, sebenarnya pesan apa yang ingin disampaikan oleh kubu 01 kepada para millenial dan enterpreneur muda yang telah berjuang membangun unicornnya (sendirian)?

Apakah millenial dan enterpreneur muda makin simpati dengan aksi ini?

Mikir!