Oleh: Windo W

Dalam debat capres pada Minggu malam kemarin, 17 Februari 2019, di salah satu sesi terkait infrastruktur, Capres 01 Jokowi Widodo, sempat bertanya kepada Capres 02. "Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung perkembangan unicorn Indonesia?" kata Jokowi. Sebelum menjawab, Prabowo sempat bertanya balik, “Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan?" Bagian ini kemudian menjadi salah satu adegan yang ‘ramai’ menjadi perbincangan dan pemberitaan seputar Prabowo dan unicorn.

DE sudah membuat projek untuk memantau pemberitaan dan percakapan mengenai isu ini. Monitoring dilakukan selama 4 hari, dari 17 sampai 20 Februari kemarin. Untuk menarik data, kata kunci yang digunakan: Prabowo, difilter dengan kata kunci: unicorn dan online, untuk mendapat data percakapan dan pemberitaan yang relavan. Data ditarik dari kanal online news dan media sosial Twitter. Bagaimana peta pemberitaan dan percakapan terkait isu ini?

Volume dan Tren

Dengan menggunakan kata kunci seperti yang disampaikan, data yang berhasil ditarik dan ditangkap di dua kanal yakni 90.541 mentions. Dengan perincian, 2.365 mentions di kanal pemberitaan (online news) dan 88. 176 di kanal media sosial Twitter.  

Baik di kanal pemberitaan dan percakapan, menunjukan tren yang sama. Pemberitaan dan percakapan terkait Prabowo dan unicorn meningkat setelah debat capres, yakni pada hari berikutnya tanggal 18. Ini menjadi puncak pemberitaan dan percakapan. Namun, pada DUA hari berikutnya, 19 dan 20 Febuari, perlahan pemberitaan dan percakapan seputar isu ini baik di kanal pemberitaan maupun di kanal percakapan (Twitter).

Meskipun pemberitaan dan percakapan sudah turun hari ini, isu ini sebetulnya mendapat perhatian yang tinggi. Dari kanal pemberitaan, dari data yang tertangkap oleh DE, pemberitaan terkait isu ini diliput oleh beragam media baik mainstream (detik.com, kumparan.com, dll) hingga non-mainstream dengan jumlah artikel yang tidak sedikit.  Di antara daftar media tersebut, detik.com, kumparan.com, akurat.co,.id tribunnews.com, dab wartaekonomi.co.id adalah lima media online yang paling aktif mengangkat pemberitaan terkait ini.

Demikian pula di kanal percakapan. Kendati sudah turun dua hari ini, isu Prabowo dan unicorn mendapat respons yang cukup tinggi di khalayak (netizen). Terlihat dari interaction rate yang muncul dalam percakapan (media sosial Twitter), yang menunjukkan angka cukup tinggi, yakni 8.18. Artinya, isu ini mendapat respons dari netizen.

Ini juga tercermin dari jumlah active users.Ada 46.082 active users yang terlibat dalam percakapan. Mereka memiliki followers, yang juga berpotensi mengikuti percakapan. Sehingga, apabila ditengok dari segi ini, dari data yang tertangkap oleh DE, percakapan terkait isu Prabowo dan unicorn tersebut punya potensi jangkauan (potential reach) sangat tinggi, yakni 68.605.380 pengguna Twitter.

Top Isu

Dari daftar most retweet, kita dapat melihat isu-isu apa saja yang paling banyak diangkat dalam percakapan terkait perbincangan mengenai Prabowo ihwal unicorn. DE sudah mengumpulkan 200 most retweet dan melihat isu apa yang paling sering muncul. Dari sana ditemukan ada tiga isu teratas yang paling sering muncul. Tiga isu tersebut yakni:

(1) Jokowi tidak cakap berbahasa Inggris (Jokowi dianggap salah pengucapan/lafal penyebutan unicorn tidak tepat sehingga Prabowo menanyakan ulang maksudnya).

(2) Prabowo tidak mengerti dunia start-up unicorn (asing dengan dunia millenal).

(3) Unicorn akan membawa lari uang rakyat Indonesia ke luar negeri (waspadai e-Commerce ke depannya yang hanya akan dikuasai oleh sindikasi asing).

Di sini ditampilkan beberapa contoh tweet yang mewakili tiga isu besar tersebut .

Tagar

Ada beragam hestek yang muncul dalam percakapan terkait Prabowo dan unicorn. Di antaranya hestek yang menyerang capres 02 yakni #02GagapUnicorn yang ramai digunakan oleh pendukung capres 01. Selain menggunakan hestek untuk menyerang capres 02, pendukung 01 juga menggunakan hestek untuk mempromosikan capres 01 dengan menggunakan #DebatPintarJokowi, #DebatMantulJokowi, dan #LebihBaikJokowi.

Dari peta hestek, kubu pendukung 02 tampak juga menggunakan hestek menyerang dan mempromosikan jagoannya. Namun, hestek yang digunakan lebih dominan hestek yang menyerang capres 01 seperti #JokowiBohongLagi, #LyingAwardsForPresident, #CapresO1Bohong, #BohongLagiJokowi. Sementara hestek yang digunakan untuk mempromosikan capres 02 yakni #PrabowoMenangDebat. Di luar hestek yang menyerang dan mempromosikan masing-masing capres, ada juga muncul #DebatSebel. Selama debet, hestek ini digunakan untuk mengomentari kedua capres dan berisi percakapan ringan.

Meme

Tak hanya hestek, meme ternyata juga cukup banyak diproduksi. Berdasarkan data DE, meme yang paling sering di-share adalah meme yang memparodikan Prabowo, seperti Prabowo yang menunggangi kuda bertanduk, dialog Jokowi dan Prabowo soal unicorn yang memperlihatkan kebingungan Prabowo dan sebagainya. Dengan kata lain, meme yang paling ramai di-share adalah meme-meme yang sifatnya satire yang tertuju kepada Prabowo.

 

SNA

Dari peta SNA terlihat bahwa percakapan tentang Prabowo dan unicorn ini diperbincangkan oleh kedua kubu. Namun, seperti terlihat dari peta SNA, juga ada akun-akun yang berada di tengah, yang ditweet oleh kedua kubu seperti @Dandhy_Laksono dan akun media online yakni seperti @TirtoID. Klaster yang menyerang (negatif) terbagi dalam dua klaster terpisah, yang menyerang capres 02. Sedangkan kubu 02, dalam satu klaster besar dan mempromosikan Prabowo dengan narasi mereka terkait isu unicorn yang ramai diperbincangkan pasca debat kemarin.

KESIMPULAN

Pertanyaan ulang Prabowo kepada Jokowi terkait unicorn pada salah satu debat kemarin ternyata mendapat perhatian besar. Perhatian tersebut baik dari media maupun netizen di media sosial.

Di media sosial (Twitter), muncul narasi-narasi baik yang bersifat menyerang maupun mempromosikan jagoan dari masing-masing kubu. Bagi pendukung 01, narasi atau isu yang dimunculkan yakni Prabowo tidak mengerti dunia start-up unicorn (asing dengan dunia millenal). Sedangkan dari kubu pendukung capres 02, narasi yang dibangun yakni Jokowi tidak cakap berbahasa Inggris (Jokowi dianggap salah pengucapan karena itu Prabowo bertanya untuk memastikan maksud Jokowi) dan Unicorn akan membawa lari uang rakyat Indonesia ke luar negeri. Dibandingkan dengan kubu 01, dilihat dari peta SNA, terlihat kubu 02 sangat solid dan ukuran klasternya lebih besar. Mereka mengkounter isu dari narasi pendukung 02 dengan menghadirkan narasi-narasi lain tentang Prabowo dan unicorn.

CLOSING

Sehabis debat capres kemarin, kita akan menanti debat berikutnya. Sebagaimana terlihat dari pemantauan, pertarungan terjadi tak hanya saat debat, tapi justru pasca debat. Masing-masing pendukung saling memproduksi narasi di tiap “scene” debat yang bisa digunakan sebagai celah untuk menyerang sekaligus mempromosikan jagoan mereka. Tentu, itu pertarungan yang bersifat simbolik. Pertarungan untuk merebut persepsi dan berharap persepsi tersebut dalam mempengaruhi preferensi publik.