Quick Count vs Real Count

Kenapa saya percaya Quick Count? Lihat ilustrasi ini.  

Kita ingin menghitung Populasi yang di dalamnya ada kelompok A, B, dan C. Jumlah dan persentasenya seperti dalam kotak nomor #1, A=25%, B=50%, C=25%.  

Saat melakukan Real Count seperti dalam kontak #2, butuh waktu lama karena jumlah populasinya banyak, sehingga baru sebagian yang terhitung. Saat menghitung, tidak dipilih-pilih secara proporsional dari A,B, atau C. First come first. Hasilnya, yang A terhitung semua, B baru sebagian, C paliing sedikit.  

Akibatnya persentase A=43%, B=43%, C=14%.  Si A seneng banget karena banyak presentasenya. Tapi kan ini tidak sesuai Populasi sebenarnya di kotak #1?  

Kemudian ada Quick Count seperti dalam kotak #3. Yang dihitung lebih sedikit dari yang sudah dihitung di Real Count. Tapi yang dihitung sudah dipilih-pilih secara proporsional, dari A=1, B=2, dan C=1. Kalau diprosentase, hasilnya A=25%, B=50%, C=25%. Lho kok sama seperti prosentasi populasi?  

Nah pertanyaan di kotak #4, mana yang lebih mendekati "Populasi sebenarnya"? Real Count yang belum selesai, atau Quick Count yang sudah kelar?

I love Statistics

Bagaimana dengan Quick Count pada Pilpres 2024 ini?  

Ini yang saya tahu ya, dari beberapa lembaga QC, ada yang deket ke 01, 02, atau 03.  

Kedai Kopi, Om Hensat deket ke 01, hasilnya:  

01=24.2%

02=58.96%

03=16.84%  

LSI Denny JA, deket ke 02, hasilnya:

01=25.21%

02=58%

03=16.73%  

Charta Politika, deket ke 03, hasilnya:

01=25.52%

02=57.30%

03=17.31%  

Semua mirip. Selama metode multistage random sampling yang digunakan sudah benar, hasilnya juga ndak jauh beda.

Terus, masalahnya ada di mana?  

Masalahnya bukan pada saat pencoblosan, Quick Count, atau Real Count. Tapi ada pada proses-proses sebelum itu, yang membuat rakyat akhirnya menghasilkan output seperti dalam QC dan RC ini.  

QC dan RC ini memvalidasi hasil kerja keras dari proses, prakondisi, pengkodisian, kampanye, dll sebelum pencoblosan.  

Apa saja proses-proses itu? Nah ini saya yo ndak tahu. Mungkin bisa dicek di film yang sempat viral sebelum hari H pencoblosan itu.

Quick Count Forum Rektor PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah)  

Kalau masih belum percaya dengan 3 lembaga QC yang saya jadikan referensi di atas, meski mereka sudah bisa (saya) anggap mewakili 01, 02, dan 03, ini hasil QC dari Forum Rektor PTMA yang netral.  

01: 26.36%

02: 58.18%

03: 15.46%  

Mirip dengan hasil ketiga lembaga QC di atas. Kok bisa? Karena mereka menerapkan metode "stratified random sampling" yang benar.

Link:https://twitter.com/ismailfahmi/status/1758477920270799060