REKONSILIASI, CLUSTER YANG TERTUKAR, DAN NEO-POLARIZATION

Oleh: Ismail Fahmi

Akhirnya Jokowi dan Prabowo bertemu. Setelah pembicaraan panjang antara kedua tim pendukung, mereka memilih MRT sebagai tempat pertemuan, pada tanggal 13 Juli 2019. Dilanjutkan dengan makan siang di Sate Senayan.

Apakah yang menarik dari respons publik atas pertemuan tersebut? Drone Emprit mencoba melihatnya melalui analisis percakapan atas kata kunci kedua tokoh yaitu "Jokowi" dan "Prabowo", khususnya pada hari pertemuan.

TREN

Kalau dilihat tren sebelum dan sesudah hari pertemuan mereka, dari 12-14 Juli, tampak bahwa tren percakapan tentang kedua tokoh sebelumnya relatif rendah (12 Juli), dan naik pesat pada tanggal 13 Juli, setelah berita pertemuan kedua tokoh muncul di media dan media sosial. Tren masih agak tinggi pada hari berikutnya (14 Juli).

Volume percakapan pada hari pertemuan memperlihatkan bahwa fokus publik adalah pada Prabowo sebanyak 332k mention (60%) dibandingkan Jokowi 249k mention (40%). Prabowo lebih banyak disoroti terkait pertemuan ini.

SNA PRABOWO

Ketika melihat peta SNA dari percakapan tentang "Prabowo" pada hari pertemuan tersebut, tampak seperti ada cluster yang tertukar.

Ada dua cluster besar, dari pendukung petahana dan dari pendukung oposisi. Biasanya, cluster pro oposisi menampilkan sentimen percakapan yang positif (hijau) tentang Prabowo, dan sebaliknya cluster pro petahana cenderung negatif (merah). Namun dalam SNA kali ini, warnanya tertukar. Sentimennya kebalik. Cluster pro petahana sangat positif kepada Prabowo (hijau), sedangkan cluster pro oposisi menampilkan ekspresi sentimen negatif (merah). Kedua cluster kini bertukar peran tekait percakapan tentang Prabowo.

PRABOWO MULAI DITINGGALKAN

Sentimen negatif dari cluster yang dulu mendukungnya, banyak diwarnai oleh ekspresi kekecewaan.

PUTRA MELAYU
@ardi_riau: Mulai detik ini,sy tdk akan mencuit apapun tentang @prabowo lagi.Buat sy kelian hanya memanfaatkan rakyat utk kepentingan kelompok & partai kelian.Apa kelian ga tau perjuangan kami dibawah tanpa kelian bayar.Jangankan utk memberi semangat,menjaga perasaan kamipun kelian ga bisa
13/Jul/2019 11:05 WIB (2.4k retweet)
Romitsu Top
@RomitsuT: Kang ojek benar benar terpukul dgn kejadian hari ini.. Pengucapan selamat dari @prabowo adalah seperti di siram air keras pada muka saya.Hanya satu kata yg keluar dari bibir kang ojek yg bergetar "sakit".
Bapak tahu hubungan emosional saya dengan bapak? Saya kecewa & sakit pak. (1.3k retweet)
Negri Seterah
@RestyChayah: Yg masih pake ava @prabowo ato yg pake embel2 pilihan di pilpres segeralah ganti. Merekalah udah sekolam Kita rakyat bukan penjilat , rakyat gk akan kenyang jilat penguasa beda dgn mereka politisi yg mengincar kue kekuasaan demi menumpuk kekayaan . #KamiRakyatKamiOposisi
13/Jul/2019 10:48 WIK (1k retweet)
LisaAmartatara3
@LisaAmartatara3: "Sudah tidak lagi bersama Prabowo-Sandi, juga BPN-nya, karena kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan, bahkan sampai korban nyawa, baik tragedi berdarah 21-22 Mei 2019 atau petugas KPPS kurang-lebih 500-an lebih yang wafat tidak wajar," ucapnya. https://t.co/6gNIw2FhTK
13/Jul/2019 15:44 WIB (700 retweet)

Dan banyak polling yang mereka buat, memilih Prabowo atau yang lain. Hasilnya banyak yang mulai tidak memilih Prabowo.

C_K
@cumakawan: Setelah Rekonsiliasi/Pertemuan Jokowi & Prabowo Polling yuk ! RT : Habib Rizieq Shihab. LIKE : Prabowo & Jokowi Siapa Dari Tokoh Bangsa Ini Yang Di Butuhkan Rakyat/Ummat? https://t.co/QwiDrBiLTq
13/Jul/2019 11:30 WIB (4.8k retweet)
Orang Pinggiran 🇮🇩
@A_fadli08: Pak @prabowo menyetujui Rekonsiliasi dan akan berjumpa menemui Jokowi..sya gak tau harus komen apa silahkan relawan setuju atau tak setuju dgn @prabowo Tidak setuju retweet ( 🔁) Setuju Like (♥️) https://t.co/igvaz1wTg5
13/Jul/2019 00:46 WIB (3.7k retweet)
RajaRimba
@bintangku206: poling pamungkas!!!!!!!!!!!!!!!! setelah "berkhianat" apakah anda masih setia dan tetap bersama @prabowo @gerindra ????? 1. masih ( like) 2. tidak (retweet) https://t.co/tJg3c30SoF
13/Jul/2019 12:58 WIB (3.4k retweet)

Selain itu, ada juga ekspresi dan ajakan untuk menginggalkan (unfollow) akun @prabowo dan @gerindra. Bahkan ada yang mengajak memblokir akun mereka, dan menjadi oposisi.

Eko Widodo
@ekowboy2 Buat yang berniat unfollow masal akun @prabowo silahkan retweet!! Kita tenggelamkan siapapun yang berkomplot dg kecurangan, ini sikap!!
13/Jul/2019 11:56 WIB (3.6k retweet)
Peziarah
@eae18: Sudah saatnya gerakan blokir berjamaah akun @prabowo. Jadi laki kok gak jantan banget. Mencla-mencle.
13/Jul/2019 11:07 WIB (600 retweet)
HUKUM MILIK PENGUASA
@HukumDan: Mulai Hari ini sampai 2024 semua relawan dan pendukung Prabowo Sandi mulai dari Sabang sampai Merauke mulai dari miangas Sampai pulau Rote menyatakan diri sebagai " OPOSISI " Yang setuju silakan RT & like. cc @sandiuno @prabowo @Gerindra
13/Jul/2019 21:36 WIB (848 retweet)

Setelah pertemuan ini, tampaknya suasana batin, dukungan, dan peta dalam cluster pro oposisi akan berubah. Tidak akan seperti sebelumnya lagi. Kecuali mungkin jika Gerindra dan Prabowo kemudian menyatakan akan menjadi oposisi di luar pemerintah seperti disampaikan Mardani.

Mardani Ali Sera
@MardaniAliSera Pertemuan antar pemimpin membawa kesejukan, namun akan baik jika Pak Prabowo menyatakan #KamiOposisi. Karena itu baik bagi kesehatan demokrasi. Jika pertemuan tdk diikuti dg deklarasi#KamiOposisi akan membuat kekecewaan pendukung. https://t.co/2m9WW1gDiP
13/Jul/2019 14:28 WIB (610 retweet)

PUJIAN KEPADA PRABOWO

Sementara itu, di cluster pro petahana, bertaburan pujian untuk Prabowo. Sebagai suri tauladan, seorang negarawan, karena bersedia bertemu dengan Jokowi.

Permadi Arya
@permadiaktivis: jadi jelas ya. Indonesia tidak perlu mulangin orang gak penting dari Arab sebagai syarat rekonsiliasi. rekonsiliasi is done. terima kasih pak @prabowo, 1/2 bangsa ini jadikan bapak suri tauladan, 1/2 nya lagi kini percaya bapak seorang negarawan.. BRAVO PAK 👍👍 cc: @Dahnilanzar https://t.co/Ky0NxR2Bg3
13/Jul/2019 10:45 WIB (1.5k retweet)
Tsamara Amany Alatas
@TsamaraDKI Pak Prabowo menjadi negarawan dan bertemu Pak Jokowi tapi sebagian pendukungnya justru mencaci maki. Jadi pertanyaan besar. Mereka pendukung Pak Prabowo atau murni pembenci Pak Jokowi? Move on! Pilpres sudah selesai.
13/Jul/2019 17:11 WIB (2.5k retweet)
Zarry Hendrik™️
@zarryhendrik: Dulu saya pernah tulis, jika cinta itu satu, tiga perempatnya percakapan. Senang sekali melihat Pak @prabowo dan Pak @jokowi bisa ngobrol hangat seperti ini. Merajut kembali persatuan, meneladankan kedewasaan. Dua negarawan sejati. Umur panjang, Bapak-bapakku! https://t.co/PDvow1kohb
13/Jul/2019 12:24 WIB (360 retweet)

Apakah sentimen positif ini akan bertahan lama dan seterusnya dari cluster pro petahana kepada Prabowo? Tidak ada yang bisa memastikan, karena itu lah politik.

NEO-POLARIZATION

Apakah dengan pertemuan kedua tokoh di MRT tersebut serta merta akan menghilangkan 01 dan 02, atau cebong dan kampret? Apakah rekonsiliasi yang sesungguhnya akan otomatis terjadi?

Menarik menyimak komentar dari Presiden Jancuker ini. Sebagai Jancuker, Sudjiwo Tedjo bangga dengan pertemuan tersebut, yang tidak dilakukan di tempat salah satu pihak. Mereka tidak sedang bertamu, tapi bertemu di jalan.

Jack Separo Gendeng
@sudjiwotedjo: Pertemuan Pak Jokowi - Pak Prabowo adalah di jalan. Tak saling bertamu. Ini mengandung kode tersendiri, khas teater tradisi Jawa Timur-an yang urakan dan njancuki: LUDRUK!!! Sebagai pendiri Ludruk ITB 1983 sekaligus pewaris sah falsafah Jancuk negeri #Jancukers , saya bangga!!
13/Jul/2019 12:04 WIB
Jack Separo Gendeng
@sudjiwotedjo: Horeee! Ada aku dalam pertemuan Pak Jokowi - Pak Prabowo. Wayang no 2 dari kiri itu TEJO ...Lengkapnya Tejo Mantri alias Togog, kakaknya Semar ..heuheuheu (Big Bang dlm wayang adalah telur yg pecah, kulitnya jd Togog, putihnya jd Semar, kuningnya jd Bathara Guru) https://t.co/iKUJF32agh
13/Jul/2019 15:55 WIB

Sudjiwo Tedjo sebagai seniman mencoba memaknai pertemuan tersebut, dari balik simbol-simbol yang tersirat. Mencoba mengambil sisi positifnya.

Namun selain hal yang harusnya positif dan membanggakannya tersebut, dia juga menyayangkan ledekan dan cacian dari para buzzer pro petahana terhadap mereka dari kubu pro oposisi yang kecewa dengan pertemuan tersebut.

Jack Separo Gendeng
@sudjiwotedjo: Please .. Jangan meledek/mencaci-maki mereka yang kecewa terhadap pertemuan Pak Jokowi - Pak Prabowo. Hargai kekecewaan itu. Ledekan dan cacian justru memperbarui pengkubu2an.
13/Jul/2019 18:03 WIB

Tedjo seolah melihat, satu tangan buat memberi salam selamat, tangan satunya buat memukul mereka yang kecewa dan tidak berada dalam gerbong MRT tersebut. Hal ini menurut Tedjo akan kontra produktif. Bukan menyatukan atau membangun rekonsilitasi, tetapi malah memperbaharui polarisasi.

KESIMPULAN

Pertemuan Jokowi dan Prabowo adalah momen yang sangat penting dalam rangkaian Pilpres 2019 ini. Momen ini tampaknya telah membuat peta dukungan berubah dengan cukup signifikan.

Bagi kubu pro petahana, pertemuan ini menjadi legitimasi atas hasil Pilpres 2019. Dengan ucapan selamat dari Prabowo kepada Jokowi, berakhir sudah kontestasi, mulainya rekonsiliasi, dan saatnya bersama-sama memulai melihat ke depan.

Namun bagi kubu pro oposisi, pertemuan ini mengejutkan sekali dan tidak terduga. Mereka banyak yang kecewa, dan menyatakan menarik dukungan kepada Prabowo dan melanjutkan perjuangan menjadi oposisi.

Ledekan dan cacian kepada mereka yang kecewa memang tak terhindarkan, seperti yang diperlihatkan oleh beberapa buzer. Hal ini memperlihatkan bahwa kubu-kubuan sepertinya belum akan hilang. Dan mungkin mustahil hilang.

Dalam kacamata demokrasi, kita bisa melihat hal yang positif dari situasi ini. Mereka yang memenangkan mayoritas suara rakyat, akan menjalankan pemerintahan. Sementara mereka yang kalah, akan menjadi oposisi, yang memang diperlukan dalam demokrasi. Keduanya sama-sama penting.

CLOSING

Bagi bangsa Indonesia, proses selama pilpres yang relatif damai ini harus disyukuri. Kita bersama-sama move on, dengan peran yang kita ambil masing-masing. Ada yang jadi pendukung pemerintah, ada yang jadi oposisi.

Keduanya seperti dua sisi mata uang. Sama-sama memiliki peran. Ada yang menunjukkan angka, ada yang menampilkan simbol. Jangan semua berada dalam satu sisi. Sisi lainnya nanti polos, seperti uang yang belum jadi.