SENTIMEN PUBLIK TERHADAP INDONESIA DI DEWAN PERDAMAIAN GAZA
Indonesia resmi gabung Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) bentukan AS.
Apakah ini strategi brilian atau sebaliknya? Yuk, simak pendapat netizen soal isu ini! 👇
By DE (@ismailfahmi)
22 Jan 2026, Presiden Prabowo meneken piagam Board of Peace (BoP) inisiasi Trump. Tujuannya mengawal rekonstruksi Gaza. Namun, isu ini memicu debat: dari mandat konstitusi hingga risiko terjebak agenda AS tanpa melibatkan Palestina.
Metode apa yang kami pakai untuk membedah ini?
Kami memantau ribuan percakapan di medsos & berita (21-25 Jan 2026). Fokus pada tren, sentimen, dan peta narasi seputar "Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza" menggunakan analisis big data dari berbagai platform.
Bagaimana ringkasan data temuan kami?
Media Online dominan positif (dukung peran aktif RI), tapi Medsos dominan negatif (kritik absennya Palestina & isu iuran). Terjadi polarisasi tajam antara pemberitaan resmi vs opini netizen yang skeptis terhadap efektivitas dewan ini.
Apa saja temuan mendalam dari data ini?
Ada kesenjangan persepsi. Media dan platform visual memuji langkah "berani", X ramai narasi "pengkhianatan". Absennya Palestina bikin legitimasi moral dipertanyakan, ditambah isu iuran Rp17T yang dianggap pemborosan uang rakyat.
Apa temuan krusial lainnya?
Publik curiga agenda "New Gaza" cuma kedok bisnis properti & kolonialisme baru. Muncul ketakutan RI terjebak melemahkan PBB. Dilema: ini diplomasi cerdik atau pengkhianatan ideologis terhadap perjuangan Palestina?
Apa kata tokoh soal ini?
Presiden Prabowo & jajaran pemerintah optimis: ini "peluang bersejarah" & aksi konkret kemanusiaan. DPR pun mendukung agar RI bisa menyeimbangkan dominasi kekuatan besar dari dalam sistem (influence from within).
Bagaimana pendapat tokoh-tokoh nasional lainnya?
Tokoh bangsa juga bersuara. SBY & NU dukung langkah diplomasi Prabowo. Namun JK, Muhammadiyah & MUI ingatkan absennya Palestina serta risiko RI jadi legitimasi agenda asing yang justru merugikan.
Bagaimana pandangan para pakar, pengamat, & Mantan Dubes?
Pakar HI dukung strategi "influence from within" & amanat konstitusi. Namun Hikmahanto, Dino & Rezasyah ingatkan risiko agenda AS, bisnis, & pengusiran warga Gaza. RI harus pastikan Palestina tetap jadi tuan rumah.
Apa kesimpulan besar dari analisis ini?
Kesimpulannya:
1) Polarisasi tajam Media vs Netizen.
2) Defisit legitimasi karena Palestina tak diajak bicara.
3) Resistensi tinggi pada isu biaya Rp17T & risiko RI terseret arus geopolitik AS yang merugikan.
Seberapa besar volume percakapannya?
Total 22.869 mentions dengan interaksi raksasa mencapai 57,8 juta. Angka ini menunjukkan betapa sensitif & tingginya atensi publik pada langkah luar negeri RI kali ini.
Kapan puncak pembahasannya terjadi?
Berita memuncak 22 Jan saat penandatanganan. Namun, medsos "meledak" sehari setelahnya (23 Jan) dipicu kemarahan publik soal isu kewajiban iuran Rp17T & penolakan keras terhadap narasi proyek "New Gaza".
Bagaimana peta jejaring netizen di X?
Visualisasi SNA ini memperlihatkan betapa riuhnya "medan tempur" opini di X. Terlihat jelas klaster-klaster yang saling berinteraksi, didominasi warna sentimen negatif dari akun-akun publik dan aktivis.
Siapa saja pemain utama dalam peta ini?
Terbagi 4 kubu: Media, Pendukung, Publik Umum, dan yang terbesar: Aktivis/Kritis.
Bagaimana detail sentimen di media online & X?
Media Online dominan positif dengan menggaungkan narasi "mandat konstitusi”. Sementara di X, dominan negatif didominasi narasi "pengkhianatan", "normalisasi", & penolakan proyek kolonial.
Bagaimana dengan FB & IG?
Di Facebook & Instagram, sentimen lebih positif, mengapresiasi keberanian RI tampil di panggung global demi misi kemanusiaan dan perdamaian.
Bagaimana respon di YouTube & TikTok?
YouTube (45%) & TikTok (83%) didominasi sentimen positif. Publik bangga & puji langkah Presiden sebagai aksi nyata nan bersejarah untuk Gaza, meski tetap ada kritik soal iuran & legitimasi.
Bagaimana emosi publik merespons isu ini?
Dominasi 'Anticipation' (takut kembalinya rezim otoriter) dan 'Surprise' (kaget isu ini dibahas saat bencana). 'Trust' publik pada DPRD sangat rendah (skeptis), meski ada klaim konstitusionalitas dari para elit partai.
Apa isu utama yang paling disorot?
1) RI satu meja dengan Israel dianggap pengkhianatan.
2) Debat pragmatisme vs ideologi bebas-aktif.
3) Isu iuran Rp17T yang bikin rakyat menjerit di tengah krisis.
Apa lagi isu yang bikin publik resah?
4) Ketakutan peran PBB digusur oleh dewan bentukan Trump.
5) Ironi Palestina yang tak diajak bicara
6) Kecurigaan "New Gaza" hanyalah proyek bisnis properti yang mengusir warga asli.
Siapa akun paling vokal di X?
Influencer kritis menguasai panggung X. Akun seperti @Mythicalforest & @karimnas_ menjadi motor penggerak narasi kontra, mengkritisi normalisasi, sejarah kelam, & dampak buruk bagi warga Gaza.
Siapa lagi influencer X lainnya?
Daftar lengkap top influencer di X menunjukkan dominasi akun personal, anonim, & aktivis dibandingkan akun resmi pemerintah atau media dalam membentuk opini publik yang kritis di platform ini.
Siapa yang berpengaruh di Facebook?
Di Facebook, campuran akun berita (KompasTV, BBC) & akun sejarah/nasionalis (Neo Historia, Indo 2045) memimpin percakapan. Narasi di sini lebih terstruktur, edukatif, dan cenderung mendukung.
Bagaimana dengan Instagram?
Instagram dikuasai akun USS Feed, JKT Keras, Neo Historia & akun resmi Presiden. Ini menjelaskan mengapa sentimen di IG cenderung lebih positif & suportif.
Siapa penguasa opini di YouTube?
Media mainstream (Tribun, TVOne, Kompas) merajai YouTube. Visual berita resmi mendominasi, meski kolom komentar seringkali menjadi ajang debat netizen yang panas dan kritis.
Siapa yang viral di TikTok?
Portal berita & TV (Kumparan, Detik, TVRI) mendominasi FYP TikTok. Potongan video pendek momen diplomatik Prabowo sukses membangun narasi kebanggaan nasional yang viral di kalangan anak muda.
Tweet mana yang paling banyak disebar?
Kritik tajam soal "New Gaza" sebagai penghapusan peradaban, hingga korelasi sejarah kelam masa lalu. Tweet-tweet ini mendapat puluhan ribu likes & shares karena resonansi emosinya.
Apa isi tweet viral lainnya?
Sorotan pada penolakan negara lain (seperti Jerman), daftar anggota dewan yang dianggap "sisa-sisa" pengaruh AS, serta kritik personal pada motif pemimpin negara yang dianggap narsis.
Bagaimana respon soal iuran & keanggotaan?
Kabar "Breaking News" Indonesia resmi gabung & daftar negara muslim lain. Slide presentasi Jared Kushner tentang visual "Gaza Baru" jadi pemicu kemarahan besar karena dianggap tak manusiawi.
Apa tweet lain yang menjadi sorotan?
Isu iuran 1 Miliar USD paling memantik emosi netizen. Narasi "Gaza Dijual di Davos" menutup rangkaian kritik pedas publik terhadap keputusan pemerintah bergabung di dewan ini.
Apa kabar viral terakhir di X?
Kebingungan memuncak. Info simpang siur negara Muslim lain menolak, tapi RI gaspol. Dino Patti Djalal kritik penjelasan Kemlu yang "abstrak", sementara netizen Gen Z terang-terangan ungkap rasa malu melihat RI satu grup dengan Israel.
Bagaimana respon netizen di Facebook?
Di Facebook, narasi lebih "berat". Akun Indonesia 2045 menyindir keras posisi RI satu meja dengan Israel. Namun, muncul juga dukungan berbasis analisis "Two State Solution" dari Efri Saputra. Uniknya, audiens FB lebih terbelah antara realisme politik vs ideologi.
Apakah Instagram lebih fokus ke visual atau substansi?
Instagram jadi panggung visual. Akun resmi Presiden panen likes lewat foto diplomasi. Tapi, @neohistoria_id mencuri perhatian dengan analisis tajam: menuding "New Gaza" hanyalah proyek real estate ("urbicide") di atas tragedi kemanusiaan, bukan perdamaian.
Video apa yang paling dicari di YouTube?
YouTube dikuasai media TV. Video "Breaking News" momen salaman Prabowo-Trump & debat panas pengamat jadi primadona. Judul bombastis tipe "Dunia Gempar" atau "Israel & Arab Satu Meja" mendominasi algoritma & memancing ribuan komentar debat netizen.
Bagaimana reaksi cepat di TikTok?
Di TikTok, potongan video pendek berkuasa. Momen Trump menepuk bahu Prabowo viral, dibingkai ganda: ada yang bangga RI "diakui dunia", ada yang menyindirnya sebagai bukti "antek asing". Algoritma FYP mempercepat penyebaran polarisasi emosional ini.
Kata kunci apa yang paling sering muncul di X?
Awan kata di X mempertegas fokus publik: "Trump", "Gaza", & "Board of Peace". Dominasi kata ini bukan pujian, melainkan sinyal bahaya massal bahwa inisiatif ini hanya melayani ego Trump lewat proyek "New Gaza" yang merugikan Palestina.
Perang tagar apa yang terjadi?
Kubu media pakai #Statement untuk info resmi. Namun, publik kritis jauh lebih militan dengan #FreePalestine & #PalestineGenocide, melabeli langkah RI sebagai pengkhianatan karena melibatkan Israel tanpa suara Palestina.
Media mana yang paling rajin memberitakan?
Media mainstream jadi sumber utama. Antaranews, Kompas, & Liputan6 memimpin volume pemberitaan. Mereka berperan ganda: menjadi corong klarifikasi pemerintah (Kemlu), sekaligus penyedia panggung bagi kritik tajam para pengamat internasional.
Apa topik spesifik yang jadi headline?
Peta topik berpusat pada "Diplomasi Davos". Media membingkai tanda tangan Prabowo sebagai "Kesempatan Bersejarah". Namun, frame ini bertabrakan keras dengan topik "Risiko Geopolitik": ketakutan publik bahwa RI sedang membantu Trump menggembosi PBB.
Siapa saja tokoh yang mendukung langkah ini?
Dari kubu pendukung, narasi kuncinya adalah "Mandat Konstitusi". Presiden Prabowo yakin ini peluang emas. Pengamat Hanief Adrian menguatkan: langkah ini wujud tegas penghapusan penjajahan & diplomasi aktif, bukan sekadar ikut-ikutan.
Lantas, siapa yang menentang keras & apa alasannya?
Kritik datang dari "kelas berat". Prof. Hikmahanto & Dino Patti Djalal satu suara: Waspadai motif bisnis!. Jangan sampai "Dewan Perdamaian" hanyalah kedok proyek real estate (New Gaza) yang mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya sendiri.
Link: https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2015708243822313556