SENTIMEN PUBLIK TERHADAP KRISIS PASAR MODAL INDONESIA

 Krisis kepercayaan hantam pasar modal kita. Dari teguran MSCI, IHSG anjlok, trading haltberulang, hingga pengunduran diri massal pimpinan regulator. 

Apakah ini akhir atau awal reformasi? 

Simak datanya! 👇

By DE (@ismailfahmi)

MSCI membekukan indeks RI karena isu transparansi, memicu IHSG anjlok 8% & trading halt dua kali. Klimaksnya, Dirut BEI & 4 pimpinan OJK mundur serentak. Publik geger: ini murni tanggung jawab moral atau ada intervensi?

Bagaimana metode kami membedah isu liar ini?

Kami memantau ribuan percakapan di X, FB, IG, YouTube, TikTok & Berita Online (26 Jan–3 Feb 2026). Fokus utama: tren isu, peta sentimen, dan siapa aktor dominan di balik krisis "minggu kelabu" pasar modal Indonesia ini.

Seperti apa ringkasan data yang terkumpul? 

Total 15k+ mentions & 6k artikel. Kontras tajam terjadi: Media Online dominan positif (72,5%) gaungkan optimisme reformasi & aksi korporasi, sementara Medsos dominan negatif (52,5%) berisi kecemasan investor & skeptisisme pada regulator.

Apa saja temuan kunci dari data tersebut?

Tiga fenomena utama: 1) Krisis kepercayaan akibat teguran MSCI soal manipulasi. 2) Polarisasi respons: panic selling vs pasukan "serok". 3) Skeptisisme publik yang tinggi atas motif "tanggung jawab moral" di balik mundurnya para pejabat.

Bagaimana peran Menkeu dalam narasi ini?

Menkeu Purbaya disorot tajam: dianggap tegas tapi kurang empatik. Di sisi lain, isu Danantara "diam-diam" masuk pasar jadi bola liar dianggap penyelamat oleh sebagian, tapi dicurigai oportunis mengambil aset murah oleh pihak kritis.

Apa kata para tokoh kunci tentang situasi ini?

Iman Rachman (BEI) mundur demi tanggung jawab. Menkeu Purbaya sebut "kesalahan fatal" regulator lama tak respon MSCI. Pemerintah membingkai ini sebagai momentum bersih-bersih dan perbaikan regulasi pasar saham.

Bagaimana pandangan para pengamat independen? 

Pengamat sebut ini preseden sejarah sejak 1998. Ada apresiasi atas hadirnya negara, tapi juga kritik keras: mundurnya pejabat tak lepas dari hilangnya kredibilitas pasar di mata global. Reformasi total jadi harga mati.

Apa kesimpulan besar dari analisis sentimen ini?

Teguran MSCI membuka kotak pandora kelemahan struktural bursa. Narasi "bersih-bersih" pemerintah berbenturan dengan sinisme publik yang merugi. Gap antara optimisme regulator vs realita ketakutan investor ritel makin melebar.

Seberapa masif volume percakapannya?

Isu ini meledak dengan 24.012 mentions dan interaksi masif mencapai 62 JUTA engagement. Angka fantastis ini menunjukkan betapa sensitif dan tingginya atensi publik terhadap isu stabilitas finansial negara di lintas platform.

Kapan puncak percakapan terjadi? 

Puncak berita (30 Jan) dipicu anjloknya IHSG. Puncak medsos (31 Jan) meledak saat pengunduran diri massal terjadi. Netizen bereaksi keras atas penunjukan pejabat sementara di tengah kekosongan kekuasaan yang mendadak.

Siapa saja aktor yang bersuara di X? 

Terpetakan 4 klaster: Lembaga (klarifikasi & janji reformasi), Media (breaking news), Influencer Saham (edukasi & prediksi pasar), serta Publik Kritis yang mencurigai politisasi jabatan dan peran "siluman" Danantara.

Bagaimana relasi interaksi antar klaster tersebut?

Influencer saham jadi rujukan investor ritel yang panik mencari arah. Publik kritis/aktivis membentuk narasi tandingan soal "paksaan mundur". Media jadi sumber utama validasi isu trading halt & teguran MSCI bagi semua klaster.

Bagaimana perbandingan sentimen di Media vs X? 

Media Online (72% Positif) fokus pada solusi 8 rencana aksi OJK. Sebaliknya, X (58% Negatif) didominasi kemarahan atas kerugian investasi & ketidakpercayaan pada press release BEI yang dianggap terlalu normatif.

Bagaimana dengan sentimen di Facebook & Instagram?

Uniknya, FB & IG cenderung lebih positif. User IG melihat diskon saham sebagai peluang "serok" cuan. User FB dukung audit pejabat lama, meski tetap cemas Indonesia turun kelas jadi Frontier Market jika gagal reformasi.

Apa kata warga YouTube & TikTok?

YouTube apresiasi ketegasan Menkeu Purbaya bongkar kesalahan lama. TikTok (54% Positif) ramai konten edukasi & optimisme fundamental ekonomi. Narasi negatif fokus pada kecurigaan motif di balik drama pengunduran diri pejabat.

Emosi apa yang paling dominan dirasakan publik? 

Emosi campur aduk. Fear: takut market crash & rugi. Surprise: kaget pejabat mundur berjamaah. Namun, Trust perlahan muncul dari harapan reformasi & keyakinan IHSG akan rebound pasca bersih-bersih instansi.

Isu apa yang paling panas dibahas?

Dua isu utama:

1) Panic selling investor akibat IHSG terjun bebas & trading halt.

2) Drama pengunduran diri Dirut BEI & Bos OJK yang dinilai mendadak, memicu spekulasi liar adanya intervensi politik tingkat tinggi.

Apa isu lain yang tak kalah penting? 

Sorotan pada Menkeu Purbaya yang ajak "serok" saham di tengah krisis. Isu teknis seperti revisi aturan free float 15% & pemberantasan "saham gorengan" disambut baik sebagai langkah konkret perbaikan transparansi data.

Siapa penguasa percakapan di X? 

Panggung X dikuasai dua kubu utama: Akun Finansial yang memandu psikologis pasar, dan Akun Publik Kritis yang mempertanyakan stabilitas makro ekonomi.

Siapa akun dengan engagement tertinggi di X?

Akun investorgabut & BigAlphaID memimpin dengan update real-time dan analisis tajam. Akun resmi OJK Indonesia kalah dominan dibanding akun personal/komunitas yang lebih luwes dan cepat membahas isu sensitif ini.

Siapa yang berpengaruh di Facebook?

Akun viral dan halaman media berita mendominasi FB. Diskusi di sini lebih fokus pada dampak ekonomi riil sehari-hari dan dukungan moral terhadap langkah pemerintah menstabilkan pasar modal yang guncang.

Bagaimana peta influencer di Instagram? 

Media bisnis dan akun komunitas saham memegang kendali. Visualisasi data pasar dan meme investasi jadi konten andalan untuk meredam kepanikan investor milenial dan Gen Z.

Siapa yang trending di YouTube? 

Kanal berita TV (KompasTV, MetroTV) mendominasi YouTube, menjadi rujukan utama publik untuk memverifikasi breaking news pengunduran diri pejabat dan menonton pernyataan resmi Menkeu secara utuh.

Siapa jawara konten di TikTok?

Media arus utama bertransformasi jadi raja TikTok. Video singkat pernyataan Menkeu & visual grafis IHSG merah meraup jutaan views, mengalahkan konten kreator individual.

Tweet mana yang paling viral dan memicu diskusi?

Tweet akun nabiylarisfa soal ekonomi "gonjang-ganjing" & thread akun investorgabut soal rumor direksi bank diganti mencerminkan puncak kecemasan publik. Sentimen negatif sangat dominan di konten-konten viral ini.

Adakah narasi lain yang viral di X?

Akun BigAlphaID jadi penyeimbang dengan kabar breaking news faktual soal pengunduran diri Iman Rachman. Uniknya, ada netizen yang mengaitkan drama OJK dengan plot drakor keuangan #UndercoverMissHong.

Bagaimana kabar positif di X? 

Kabar "IHSG mulai menghijau" & langkah taktis Danantara mulai muncul. Thread investigatif akun mumtazxmr yang membongkar akar masalah MSCI juga mendapat atensi tinggi sebagai konten edukasi di tengah simpang siur informasi.

Apa lagi isu konspirasi yang muncul? 

Muncul narasi "paksaan penguasa" dari akun MariaAlkaff_ & kritik keras akun jhonsitorus_19 terhadap Menkeu Purbaya. Spekulasi politik mewarnai diskusi teknis pasar modal, menuduh ada "angin surga" dari pejabat.

Bagaimana respons viral terhadap Menkeu Purbaya?

Pernyataan "kesalahan fatal" oleh Menkeu Purbaya jadi viral via akun kompascom. Dukungan akun ekowboy2 menunjukkan adanya polarisasi: ada yang mencaci, namun ada yang memuji langkah drastis pemerintah ini.

Status apa yang meledak di Facebook?

Pernyataan Menkeu Purbaya soal "ekonomi kuat" viral. Opini Dahlan Iskan yang membedah gaya komunikasi pejabat lama vs baru juga jadi diskusi hangat dan shareable di kalangan pembaca senior di Facebook.

Konten apa yang juara di Instagram? 

Seruan "Saatnya Serok" dari Menkeu yang diposting akun Stockwise jadi primadona. Di tengah merahnya pasar, mentalitas "diskon hunter" investor ritel Instagram ternyata masih sangat kuat dan optimis.

Video apa yang paling dicari di YouTube?

Video dengan judul provokatif "Diancam Mundur atau Ditangkap" dari Hersubeno Point raih views tinggi, menandakan tingginya minat publik pada narasi behind-the-scenes dan teori konspirasi yang dramatis.

Video apa yang FYP di TikTok?

Liputan6 SCTV soal "pejabat ramai-ramai mundur" tembus 15M views! Optimisme Menkeu Purbaya soal IHSG 10.000 juga viral, meski kolom komentar penuh perdebatan antara yang percaya dan yang skeptis.

Kata kunci apa yang merangkum semua ini?

Kata "Mundur", "BEI", dan "Direktur" mendominasi awan kata. Ini menegaskan bahwa fokus publik bukan hanya pada angka merah IHSG, tapi lebih berat pada drama personalia di tubuh regulator keuangan.

Tagar apa yang digunakan netizen?

#SiaranPersOJK jadi kanal informasi resmi, bersanding dengan #IHSG. Uniknya tagar drakor #UndercoverMissHong dipakai sebagai analogi situasi, menunjukkan kreativitas netizen +62 dalam memahami situasi krisis.

Media mana yang paling aktif memberitakan?

Media arus utama (Liputan6, Kumparan, CNBC) masih jadi rujukan utama verifikasi di tengah banjir informasi medsos. Kecepatan breaking news dan kredibilitas jadi kunci dominasi mereka di mesin pencari.

Topik apa yang jadi headline utama? 

IHSG, OJK, & Purbaya adalah segitiga topik utama. Media membingkai Menkeu Purbaya sebagai tokoh sentral dalam narasi pemulihan dan reformasi pasar modal pasca-krisis kepercayaan ini.

Adakah contoh pemberitaan positif?

Narasi positif fokus pada "Momentum Reformasi". David Sutyanto (PAEI) & Menkeu membingkai krisis ini sebagai pil pahit yang perlu ditelan untuk transparansi dan pasar modal yang lebih sehat ke depannya.

Bagaimana dengan suara para kritikus?

Suara kritis menyoroti independensi. Bhima Yudhistira & Yanuar Rizky mempertanyakan tekanan politik di balik layar dan lemahnya penegakan hukum OJK sebelum ditegur asing. Reformasi diminta tak sekadar ganti pejabat.

Link: https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2019426928160325986