Oleh: Ismail Fahmi

Sejak awal bulan ini terjadi tarik-menarik format penyampaian visi-misi. Kubu 01 ingin agar visi-misi cukup disampaikan oleh Timses, sedangkan kubu 02 ingin agar visi-misi disampaikan langsung oleh pasangan capres-cawapres.

Sementara itu sejak 25 Desember sebelumnya ada ide dari Aceh agar para pasangan capres-cawapres diuji ngaji, membaca Al-Quran. Tarik-menarik juga terjadi, dimana kubu 01 ingin agar acara ini diadakan, sementara kubu 02 menganggap itu tidak wajib karena tidak ada dalam program KPU.

Nah, sejak KPU membatalkan secara resmi acara pemaparan visi-misi karena tidak adanya kesepakatan format antara kedua timses, percakapan tentang kedua isu di atas naik pesat.

Drone Emprit ingin membandingkan kedua keinginan di atas dan mempersilahkan publik untuk menilai sendiri. Hal ini menarik untuk disandingkan karena "Uji Ngaji" akan mempolitisasi kelemahan atau kelebihan pasangan capres dalam identitas keislamannya. Sedangkan pemaparan "Visi-Misi" akan mempolitisasi kelemahan dan kelebihan pasangan capres dalam penguasaan atas "Visi-Misi" yang akan dibawanya. Politik Identitas vs Politik Gagasan.

Di sini, kita hanya ingin melihat:

- Bagaimana tuntutan agar Uji Ngaji (politik identitas) dan pemaparan Visi Misi (politik gagasan) diselenggarakan?
- Bagaimana kedua kubu menyikapi kedua isu tersebut?

PDF

Data yang digunakan di sini bisa didownload di:
https://www.slideshare.net/IsmailFahmi3/uji-ngaji-vsvisimisi

DATA

Drone Emprit membuat dua project monitoring. Setting pengumpulan datanya sebagai berikut:

1. Uji Ngaji -- keyword: Ngaji, mengaji; filter: prabowo, jokowi, capres, aceh, uji
2. Visi misi -- keyword: Misi; filter: Visi

Setting di atas memastikan bahwa semua percakapan tentang ngaji terkait dengan kedua capres, dan percakapan tentang visi dan misi dalam periode seminggu terakhir ini tertangkap semua. Dan akan dipastikan secara manual apakah relevan dengan topik yang dibahas.

TREN dan VOLUME

Dalam seminggu terakhir, 30 Desember - 6 Januari, tampak awalnya Uji Ngaji yang tinggi. Lalu mulai 31 Desember, percakapan tentang Visi-Misi mulai muncul. Dan puncaknya, tanggal 5 Januari percakapan Visi-Misi naik drastis hingga hari ini belum ada tanda-tanda akan turun. Sementara itu, pada hari ini 6 Januari, percakapan tentang Uji Ngaji kembali naik drastis seperti sedang digenjot.

Tren pada hari ini memperlihatkan adanya perang siber dalam pembangunan opini antara kedua isu. Antara Uji Ngaji dan pemaparan Visi-Misi. Tampaknya, meningkatnya percakapan tentang Visi Misi oleh kubu 02 membuat kubu 01 harus membalas dengan menaikkan percakapan tentang Uji Ngaji.

Grafik perbandingan volume percakapan memperlihatkan dominasi percakapan tentang Visi-Misi, yaitu total 82.3k mention. Sedangkan tentang Uji Ngaji hanya total 21.2k mention.

Paling banyak percakapan yang ditangkap oleh Drone Emprit adalah dari Twitter, yaitu 19.9k mention untuk Uji Ngaji, dan 80.9k mention untuk Visi-Misi. Di media online berita juga didominasi oleh Visi-Misi dengan 586 mention, dan Uji Ngaji dengan 121 mention. Namun di kanal lain Uji Ngaji lebih unggul dari Visi-Misi, misal di Facebook 1031 mention vs 819, dan di YouTube 36 video vs 31 video.

SNA KEDUA ISU

Peta SNA kedua isu memperlihatkan dua cluster yang sama besar namun dengan densitas yang berbeda. Cluster pertama dari kubu Pro 01 tampak sedang mengusung narasi Uji Ngaji (warna biru), dan cluster kedua dari kubu Pro 02 sedang mengangkat narasi Visi-Misi (warna orange).

Tampak dari peta SNA ini, kepadatan cluster 02 jauh lebih tinggi dari pada cluster 01. Hal ini memperlihatkan tingginya frekuensi atau volume percakapan di antara pendukung cluster 02.

SNA retweet dan hashtags memperlihatkan topik percakapan masing-masing kubu. Cluster 01 mengangkat dua tagar utama, yaitu #PrabowoTolakNgaji dan #PrabowoTakutTesNgaji. Sedangkan cluster 02 membalas dengan #JKWTakutPaparkanMisiVisi.

SNA UJI NGAJI

Kita breakdown peta SNA dengan melihat per isu. Untuk percakapan tentang Uji Ngaji, tampak ada dua cluster. Yang terbesar dari kubu 01, yang paling aktif meminta ada uji ngaji, dan mengkritik Prabowo takut ngaji.

Cluster satunya dari kubu 02 memberi perlawanan. Meski relatif kecil ukuran cluster-nya, namun masih tampak jelas kemunculannya dalam SNA ini.

SNA VISI-MISI

Untuk percakapan tentang Visi-Misi, keadaan sangat berbeda. Tampak seolah hanya ada satu cluster yang sangat besar, yaitu dari kubu 02. Kubu 01 nyaris tak muncul dalam percakapan tentang pemaparan visi-misi ini. Berbeda dibandingkan perlawanan kubu 02 tentang Uji Ngaji di atas.

Tampaknya kubu 01 memang menghindari diskusi tentang pemaparan visi-misi. Dan dalam waktu yang sama, mereka lebih tertarik dengan Uji Ngaji seperti diperlihatkan pada SNA sebelumnya.

ENGAGEMENT KUBU 02 LEBIH TINGGI

Grafik tipe Engagement memperlihatkan tipe twit setiap hari. Dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu mention (postingan baru), retweet, dan reply. Kita bandingkan grafik kedua project dalam satu tampilan agar bisa dilihat perbedaannya.

Untuk Uji Ngaji, tampak bahwa tipe mention sangat tinggi pada tanggal 31 Desember, 5-6 Januari. Rasio antara jumlah interaksi (retweet dan reply) terhadap mention sebesar 4.08. Artinya untuk setiap mention, hanya mendapat 4 interaksi.

Sedangkan untuk Visi-Misi, tipe mention relatif konsisten kecil dari waktu ke waktu jika dibandingkan dengan tipe retweet. Rasio interaksi terhadap mention sebesar 12.13. Artinya, untuk setiap mention mendapat 12 kali interaksi, bisa dalam bentuk retweet maupun reply.

Dari perbandingan di atas, kita bisa lihat bahwa interaksi untuk percakapan tentang Visi Misi sebesar 3x lebih besar dibandingkan tentang Uji Ngaji. Bisa diartikan juga, kubu 02 lebih tinggi engagementnya dibanding kubu 01.

NARASI UJI NGAJI

Narasi yang diangkat oleh kubu 01 terkait Uji Ngaji, yang paling besar retweet-nya adalah sebagai berikut:

Yusuf Muhammad
@yusuf_dumdum Capres hulaihi wasalam pilihan ijtima ulama politik ini girang banget kalau diajak joget2, tapi diajak ngaji baca ayat suci pucat dan menolak. Tanggung jawab dunia akhirat buat yang memilih dan yg merekomendasikan capres model begini. #01JanuariJokowi
WCC JAWA BARAT
@wahhabicc_jabar GUS KARIM GURU NGAJI JOKOWI. Silsilah Ngajine Jokowi, Bahkan Jokowi yang Membentengi Gerakan Shalawatan di Solo, Sampai Habib Syekh bisa Shalawatan di Solo & terkenal dimana-mana. #01JokowiLagi
Yusuf Muhammad
@yusuf_dumdum Capres Pembohong! Tukang Fitnah! Capres Hulaihi yg gak bisa wudhu dan ngaji ini sering dapat laporan dan dengar bisikan dari siap? Kok tiap dpt laporan dan bisikan selalu hoax. Hoax dibuat oleh orang jahat, disebar oleh orang bodoh dan dipercaya oleh orang idiot. #JumatBerkah
ADDIE MS
@addiems Soal hashtag #PrabowoTakutTesNgaji menurutku beliau bukan takut, tapi ga setuju dgn tes itu. Aku jg ga setuju. Tp karena beliau diragukan keislamannya, dan Pak Jokowi terus difitnah keislamannya scr masif, aku rasa tes ngaji ini jadi perlu utk menyudahi isu politik identitas ini.
Yusuf Muhammad
@yusuf_dumdum Benarkah @jokowi gak bisa Sholat? Nih bukti fakta jawaban dan saksi hidupnya masih ada dan orangnya skrg ada di kubu oposisi. Benarkah @prabowo gak bisa ngaji dan gk tahu bacaan sholat? Bukti dan jawabannya nyari kemana? https://t.co/5afR9khBBC

Respons dari kubu 02 terkait isu ini yang paling banyak mendapat retweet adalah sebagai berikut:

jokoedy
@jokoedy6 Resmi, Hasto TKN Jokowi - Ma'ruf: Tes Capres Baca Al-Quran Tidak Perlu!
MUSTOFA NAHRAWARDAYA
@AkunTofa Mulai detik ini, yang masih ngotot nuntut test ngaji bagi capres cawapres diblock saja. Tidak relevan lagi. Karena agenda Pemilu sdh disusun rapi oleh KPU. START!
Emef AZ đź“›
@emefdoank haloooo Cebong
masih mau tanding ngaji...
upsss sahabat pak prabowo adlaah pangeran yordania dan beliau lama tinggal di yordania
lo kira bahasa di sana bahasa betawi... arab kaleeeeeee
hayooo...

Tampak bahwa kubu 02 kesulitan merespons tuntutan untuk ngaji ini. Narasi yang mereka angkat untuk membalas isu ini kurang meyakinkan publik, bahwa Prabowo siap untuk menjawab tantangan ini.

NARASI VISI-MISI

Sekarang kita lihat narasi yang diangkat dalam percakapan tentang pemaparan Visi-Misi. Dari kubu 02, berikut ini yang paling banyak mendapat retweet:

Dahnil A Simanjuntak
@Dahnilanzar BPN @prabowo @sandiuno meminta penyampaian visi misi tanggal 9 Jan 2019 disampaikan langsung oleh Capres/Cawapres bukan stuntman (Timses). Namun, ternyata tdk menemukan kata sepakat. TKN 01 tetap meminta diwakili Timses. Sehingga @KPU_ID membatalkan penyampaian visi misi tsb.
Muhammad Said Didu
@saididu Apa betul.informasi bhw krn pasangan capres/cawapres nomor 01 menolak pemaparan visi/misi pada acara @KPU_ID yg pada akhirnya @KPU_ID mengalah. Ada 2 pertanyaan : 1) kok calon tdk mau paparkan visi/misi ? 2) apakah @KPU_ID masih independen shg mengalah ?
Dahnil A Simanjuntak
@Dahnilanzar Sekali lagi kami tegaskan terkait dengan rencana KPU menggelar Sosialisasi Visi Misi di @KPU_ID karena ini visi misi Capres bukan Timses, maka kami meminta yg menyampaikan bukan Timses tapi langsung Capres/Cawapres.
@RajaPurwa Polling ya bro! Setujukah penyampaian VISI dan MISI dari paslon peserta pilpres 2019 dilakukan oleh CAPRES dan CAWAPRES langsung BUKAN oleh Timses Setuju 👉RT atau Like Sangat Setuju 👉RT & Like Cc @KPU_ID @bawaslu_RI @prabowo @sandiuno @jokowi Maruf Amin #2019GantiPresiden
andi arief
@AndiArief__ DARI cara merespon isu 7 kontainer danmembatalkan visi misi capres/wapres hingga bocoran untuk debat, apakah anda yakin KPU adalah harapan kita? Tetangga saya gak yakin.

Sementara dari kubu 01, berikut ini respons yang paling mendapat banyak retweet, dan dari top 100 most retweet hanya menemukan satu twit ini:

Faizal Assegaf
@faizalassegaf Yg cerdas dikitlah, @jokowi sdh terbiasa debat visi-misi sejak calon walikota, gubernur s/d capres 2014. Hasilnya menang telak, makanya dipilih rakyat, Tapi lucu, kubu sebela bikin tagar #JKWTakutPaparkanMisiVisi...? Lalu rakyat jawab #PrabowoTakutTesNgaji, langsung panik. *FA*

Dari top narasi di atas, tampak bahwa kubu 02 mendapat amunisi untuk menutupi ajakan Uji Ngaji. Yaitu dengan pemaparan Visi-Misi langsung oleh pasangan capres-cawapres. Dan kubu 01 nyaris tak bersuara terkait dengan pemaparan visi misi ini.

Di antara kedua kubu, ada satu sosok yang menjadi penengah, yaitu:

Jack Separo Gendeng
@sudjiwotedjo Pak Prabowo semoga gak sombong krn sanggup menyampaikan visi-misi/kata2, krn kalau kata2 itu segalanya, dunia gak butuh Ronaldo dan Rossi. Pak Jokowi jg semoga gak sombong dgn “kerja & kerja”, krn tanpa kata2/visi-misi, Bung Karno jg mustahil mendirikan negeri ini. Ayuk rukun.

PERCAKAPAN DI FACEBOOK

Diantara semua FB Page yang dimonitor oleh Drone Emprit, terkait Uji Ngaji yang paling banyak mendapat share adalah postingan dari halaman KataKita. Artikel dari media online tak terlalu muncul.

Sedangkan terkait Visi-Misi, kebanyakan postingan dari FB Page media online yang paling banyak di-share. Misal dari Viva, CNN Indonesia, dan Sindo.

KESIMPULAN

Dua isu di atas rupanya coba dihindari oleh masing-masing kubu. Isu ajakan Uji Ngaji, coba dihindari oleh kubu 02. Sedangkan pemaparan Visi Misi coba dihindari oleh kubu 01. Sebaliknya, kubu 01 sangat memanfaatkan Uji Ngaji untuk menyerang Prabowo yang dianggap tidak bisa mengaji; dan kubu 02 memanfaatkan pemaparan Visi Misi untuk menyerang Jokowi-MA yang dianggap tidak mampu memaparkan visi misinya sendiri.

Isu Uji Ngaji sedianya sudah lebih dahulu muncul dari pada Visi-Misi. Dan trennya cenderung menurun, tertutup oleh isu-isu lain. Namun karena isu pemaparan Visi-Misi oleh kubu 02 ini naik drastis mulai tanggal 5 Januari gara-gara KPU membatalkan acara ini secara resmi, maka isu Uji Ngaji diangkat kembali oleh kubu 01 mulai tanggal itu hingga sekarang, 6 Januari.

Kalau dilihat tren hari ini, kedua isu sama-sama tinggi, relatif dibanding volume pada hari-hari sebelumnya. Tampak terjadi perang opini antara kubu 01 dan kubu 02 dengan mengangkat kedua isu di atas.

Ada upaya dari kubu 01 untuk memainkan politik identitas melihat kelemahan dari Prabowo, dengan mengusung isu Uji Ngaji.

Sedangkan kubu 02 diuntungkan oleh kecakapan berpidato dari paslonnya, sehingga memainkan politik gagasan dengan mengusung isu pemaparan Visi Misi langsung oleh capres-cawapres.

CLOSING

Sebenarnya saya pribadi kecewa juga tidak jadi pemaparan visi-misi. Seharusnya jalan tengahnya adalah: visi-misi kubu 01 dipaparkan oleh timsesnya, sedangkan dari kubu 02 langsung oleh capres-cawapresnya. Dilaksanakan sesuai permintaan dan kesanggupan masing-masing kubu, dan biarkan rakyat yang menilai.

KPU kok ambil jalan tengahnya dengan membatalkan sama sekali acara ini, padahal ini penting untuk publik menilai visi-misi kedua kubu.

Terkait Uji Ngaji, ini saya pribadi mengembalikan kepada alim ulama di Aceh. Pengin juga mendengar semua capres-cawapres mengaji.