Oleh: Ayu Puspita Sari Ningsih

Tsunami kembali menerjang Indonesia pada Sabtu malam (22/12). Kali ini dia mampir ke Selat Sunda dan menghantam daerah wisata Anyer dan sekitarnya. Dalam beberapa jam pertama setelah informasi mengenai naiknya air laut di Anyer datang, BMKG dan BNPB tidak menganggap kejadian tersebut sebagai tsunami, hanya untuk direvisi sebagai tsunami beberapa jam setelahnya.

Drone Emprit membuat dua project untuk memantau peristiwa ini. Satu project menggunakan kata kunci “tsunami” dengan filter “anyer, selat sunda, lampung” untuk mengetahui bagaimana kronologi serta gambaran umum mengenai peristiwa yang terjadi. Sementara project lainnya menggunakan kata kunci “BMKG” untuk mengamati bagaimana respons warganet terhadap perubahan informasi dari BMKG.

DATA

Datangnya Gelombang Tinggi

Penyebutan pertama mengenai tsunami di Anyer datang dari akun Twitter BMKG (@infoBMKG) pada 22 Desember pukul 22:37 yang mengatakan bahwa peristiwa naiknya air laut yang terjadi di Anyer hanyalah gelombang pasang karena bulan purnama karena tidak ditemukan adanya data aktivitas gempa yang biasa muncul sebelum tsunami. Twit tersebut kemudian segera disebarkan oleh warganet dan media online dan menjadi sentral dari percakapan mengenai peristiwa Anyer. Pada waktu tersebut isu tsunami telah meresahkan masyarakat.

Memasuki tanggal 23 Desember, pada pukul 02:59 BMKG merevisi serta menghapus twit mereka sebelumnya dengan mengganti frasa “gelombang pasang” menjadi “diduga tsunami”. Dalam revisian ini BMKG menjelaskan bahwa meski tidak ditemukan catatan aktivitas gempa tektonik sebelumnya, masih ada kemungkinan tsunami terjadi dari longsoran aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Puncak perbincangan di Twitter terkait tsunami ini baru terjadi pada sekitar pukul 9:00. Selain info dari BMKG, twit yang paling banyak disebarkan oleh warganet adalah twit terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan yang disampaikan di Twitter Kepala Humas BNPB, @Sutopo_PN.

Respons Warganet

Hingga tulisan ini dibuat, twit yang paling banyak disebarkan oleh warganet sebagian besar masihlah twit-twit dari @infoBMKG dan @Sutopo_PN. Selain info paska-tsunami, ucapan-ucapan belasungkawa, termasuk dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, juga banyak dibagikan oleh warganet.

@jokowi: "Duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban bencana tsunami di Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan, semalam. Saya telah memerintahkan segenap jajaran pemerintah terkait untuk segera melakukan langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, merawat yang luka-luka. https://t.co/rD5bDr16gF" (23/Dec/2018 13:20 WIB, 6.308 retweets)
@susipudjiastuti: "Duka yg mendalam atas musibah tsunami di kab. Pandeglang, Lampung selatan dan sekitarnya. Semoga korban dan yg selamat bisa segera dievakuasi. Mari berdoa bersama untk saudara2 kita di sana untuk Tabah kuat. Amin." (23/Dec/2018 09:42 WIB, 3.425 retweets)
@drwanazizah: "Terkesan mendengar berita tsunami melanda Banten Indonesia yang sekurangnya telah mengorbankan 20 nyawa. Saya doakan Indonesia terus tabah menghadapi ujian ini. Malaysia sedia membantu meringankan beban saudara kita di Indonesia. @jokowi #PrayForIndonesia" (23/Dec/2018 07:26 WIB, 385 retweets)
@shitlicious: "Turut berduka cita atas musibah Tsunami di Banten & Lampung. Semoga korban2 yg meninggal diberikan tempat terbaik di sisi-NYA. Semoga korban yg cidera & mengalami kerugian segera dipulihkan semuanya. Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan. #prayforbanten #prayforlampung" (23/Dec/2018 13:51 WIB, 358 retweets)

Dalam daftar twit yang banyak dibagikan terselip juga twit mengkritisi kesimpangsiuran informasi dari BMKG. Artikel dari Detik dan Tirto yang mempertanyakan perubahan status tsunami oleh BMKG cukup banyak dibagikan, yaitu sebanyak 265 dan 196 kali. Twit bernada serupa juga terlihat dari akun @AchsannulQosasi, @AhlulKafir dan lainnya.

@detikcom: "BMKG menghapus cuitan di akun Twitter-nya soal gelombang tinggi air laut di Pantai Carita, Anyer, Banten bukan tsunami. Kini BMKG menyebutnya sebagai tsunami. https://t.co/xVsA2EEOcS" (23/Dec/2018 01:23 WIB, 455 retweets)
@TirtoID: "BMKG dan BNPB menyatakan jika peristiwa yang terjadi di Serang, Pandeglang, dan Lampung Selatan adalah tsunami. Beberapa jam sebelumnya, kedua lembaga ini merilis informasi sebaliknya. https://t.co/8szpsHJsZv" (23/Dec/2018 10:46 WIB, 196 retweets)
@AchsanulQosasi: "Saya tadinya tenang2 saja baca berita ttg “Air laut Pasang krn Bulan Purnama” di Banten. Lembaga Resmi Negara: “Bukan Tsunami” Ternyata semua tertipu.. BMKG, BPPT, LIPI / apapun lembaganya: Deteksi & infonya sangat tidak akurat.! Setelah kejadian semua berbicara seolah ahli.." (23/Dec/2018 11:59 WIB, 248 retweets)
@florelicious: "Merinding membacanya. Pantesan kenapa @kumparan dari awal kekeuh bilang tsunami walau dibilang hoax, karena PemRed nya sdg berada di hotel Salsa Anyer. Terimakasih KUMPARAN. https://t.co/MnmUzIYB6q" (23/Dec/2018 08:51 WIB, 198 retweets)

Respons warganet lebih dapat terlihat dalam project yang khusus memantau perbincangan tentang BMKG. Meski pembicaraan yang paling banyak dibagikan terkait BMKG adalah info-info dari mereka terkait status paska-tsunami di Anyer, tetapi dalam pemantauan khusus kepada BMKG cukup banyak terlihat adanya kritik maupun dukungan terhadap kinerja BMKG dan BNPB dalam menanggulangi bencana.

Beberapa twit yang mengkritik BMKG:

@dsuperboy: "Semalam sempat bingung sama kumparan yang memberitakan tsunami dan infobmkg yang bilang hanya gelombang pasang —kemudian diralat: benar ada tsunami. Kumparan Valid. Bmkg ini adalah salah satu media paling saya percayai informasinya. Semoga ke depan tidak bikin kami bingung lagi." (23/Dec/2018 13:32 WIB, 147 retweets)
@fullmoonfolks: "Semalem itu jadi pelajaran banget, 2 instansi balap-balapan rilis + ralat info. Akun BMKG ngetwit pake emote, humas BNPB malah (selama ini) ngetwitnya pake akun pribadi. Ngga tau itu udah sesuai SOP yang gimana, yang jelas bikin orang bingung." (23/Dec/2018 11:21 WIB, 136 retweets)

Beberapa twit yang mendukung kinerja BMKG:

@catuaries: "Tuntutan warga terhadap kinerja BMKG ini macam orang yg cuma punya duit goceng tp berharap bisa dapat makanan sebanyak di shaburi." (23/Dec/2018 08:39 WIB, 234 retweets)
@adiikpati: "Kata siapa terjadinya tsunami harus ada gempa dahulu? Gunung anak Krakatau bisa menyebabkan tsunami karena longsor atau tubuh lava panas meletup ketika bertemu dengan air. Jngn termakan hoax. Ikutilah info dari institusi resmi (BMKG&pvmbg)[] Cc: dongenggeologi #PrayForSelatSunda https://t.co/G90bsZb9K5" (23/Dec/2018 20:29 WIB, 201 retweets)

CLOSING

Sebagian mengkritik perubahan informasi status bencana oleh BMKG, sebagian lain menolerir perubahan informasi status bencana dan mengapresiasi kinerja pihak-pihak terkait. Namun terlepas dari semua itu, terpusatnya perbincangan pada BMKG dan Pak Sutopo menunjukkan bahwa kritik dan dukungan tersebut muncul karena masyarakat sangat bergantung pada kedua lembaga untuk menyediakan informasi yang valid terkait bencana yang terjadi di Indonesia.

Semoga ke depannya teknologi deteksi dini dan manajemen bencana di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan dalam bencana ini dapat diberi kekuatan.